Info Terkini

Sebagai tindak lanjut Program Balitbangtan Peduli yang sudah diawali BBSDLP, secara spontanitas Balitklimat dan Balittanah bersama Badan Kerohanian Islam (BKI) lingkup BBSDLP sebagai organisasi kerohanian yang antara lain mempunyai misi sosial, melakukan penggalangan dana dari karyawan ASN untuk didistribusikan dalam bentuk paket sembako kepada karyawan non ASN dan masyarakat sekitar yang terdampak wabah COVID 19.

Pagi tadi (Selasa 7 April 2020) telah dilakukan distribusi paket-paket sembako kepada para OB, satpam, pengemudi, tukang kebun, dan buruh bangunan. Penyaluran tersebut dilakukan secara berkala untuk tetap menjaga social distance. Secara simbolis penyerahan paket-paket tersebut telah dilakukan langsung oleh Kepala Balitklimat, Dr. Harmanto dan Kepala Balittanah, Dr. Ladiyani Retno Widowati, serta perwakilan BKI lingkup BBSDLP. Selanjutnya akan dilakukan juga distribusi paket-paket sembako kepada para pelaku ojek online (ojol) dan masyarakat sekitar kantor (Suratman).

Partisipasi dan dukungan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dalam menjaga kesediaan pangan ditengah pandemi COVID-19, diwujudkan melalui pendampingan di dua demplot Panca Kelola ramah Lingkungan (RAMLI) yang berada di desa Wotan Kec. Sukolilo, Kabupaten Pati. Bagaimanapun kegiatan pertanian harus berjalan normal untuk penyediaan pangan. Hal tersebut sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar semua pihak menjalin kerja sama dan sinergi menjaga pangan terutama menghadapi pandemi corona dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

 

Dari hamparan pertanaman padi seluas 2.057 hektare di Desa Wotan Kec. Sukolilo yang telah siap panren sekitar 1.351 hektare. Sebagian luasan tersebut telah mendapatkan pendampingan dari Tim Diseminasi Balingtan melalui dua demplot teknologi Panca Kelola RAMLI yang bekerja sama dengan petani kooperatif di desa Wotan Sukolilo. Teknologi Panca Kelola RAMLI antara lain dengan penggunaan varietas unggul, aplikasi biokompos, aplikasi biopestisida, aplikasi urea berlapis biochar dan pengaturan air serta penanaman dengan sistem tanam jajar legowo 2:1. Sedangkan varietas unggul yang ditanam oleh para petani kooperataif tersebut adalah Inpari 45 dan Inpari 32.

 

Meski mendapat himbauan untuk bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH), Tim Diseminasi Balingtan tetap semangat mendampingi petani kooperator saat melakukan panen. Saat dimintai keterangan oleh Tim Diseminasi Balingtan Kuntari sebagai salah satu petani kooperatif menjelaskan bahwa dirinya mampu memanen 6,6 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP) untuk panen musim tanam ini. Lebih lanjut dijelaskan bahwa penggunaan mesin panen (combine harvester) dapat menghemat waktu, tenaga, serta biaya. Selain itu, penggunaan sistem tanam jajar legowo 2:1 pada lahan miliknya dapat memberikan hasil lebih besar dibandingkan dengan sistem tanam biasa pada musim tanam sebelumnya.

 

sumber: rilis.id

Guna membantu masyarakat yang pendapatannya terkena imbas wabah Covid-19, Balitbangtan melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) melakukan penggalangan dana dari para ASN BBSDLP.

Dana tersebut dijadikan paket sembako yang dibagikan kepada karyawan BBSDLP (tukang kebun, OB, supir, satpam, tenaga honorer) dan kepada masyarakat sekitar yang terdiri atas ojek online, tukang parkir, tukang becak, sopir angkot, buruh bangunan, dan dhuafa lainnya.

Pembagian sembako diserahkan secara simbolis oleh Kepala BBSDLP, Dr. Husnain, MP, M.Sc kepada perwakilan penerima.

Dengan adanya aksi "Balitbangtan Peduli" ini, semoga semakin banyak warga masyarakat menengah ke atas yang mau membantu warga sekitar yang rentan ekonomi dan pangan. (LQ)

Banjarbaru- Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) pada Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian melakukan pendampingan dan membimbing petani untuk menjalankan program Demonstrasi usaha tani-nelayan berkelompok (Demfarm).

"Sebelum program berjalan, terlebih dahulu kami laksanakan bimbingan teknis (Bimtek) budidaya padi dengan teknologi panca kelola lahan rawa pasang surut yang harus benar-benar dipahami petani," terang Kepala Balittra Hendri Sosiawan di Banjarbaru, Rabu.

Ada 100 hektare lahan di Desa Puntik Dalam, Kecamatan Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan yang bakal ditanami padi unggul pada program Demfarm tersebut.

Untuk itulah, kata Hendri, pihaknya melakukan pendampingan ke Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian dan juga masyarakat petani setempat dalam pelaksanaan Demfarm nantinya.

Kegiatan menghadirkan narasumber tiga peneliti Balittra yaitu Ir. R. Smith Simatupang, Ir. Koesrini, Prof M. Noor dan Dr. Wahida Annisa Yusuf tersebut merupakan perpanjangan dari Participatory Rural Appraisal (PRA) yang telah diselenggarakan di lokasi yang sama sebelumnya oleh Balittra.

Sejumlah materi yang disampaikan untuk membekali petani, di antaranya varietas adaptif padi lahan rawa dan teknologi perbenihan, penyiapan lahan dan sistem olah tanah di lahan rawa, teknologi pengelolaan air untuk budidaya padi di lahan rawa, budidaya padi jalego pada varietas unggul atau lokal, teknologi sawitdupa, dan panca kelola lahan.

"Respon petani terhadap bimtek kali ini sangat bagus. Harapan mereka, Balittra bisa selalu mendampingi dan membimbing mereka selama menjalankan program Demfarm tahun ini," beber Hendri.

Balittra memberikan bantuan dana untuk 50 hektare dari 100 hektare lahan di Desa Puntik Dalam dalam program Demfarm. Sedangkan sisanya bantuan dana dari Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSLDP) Bogor.

Untuk bantuan diberikan dalam bentuk bibit 35 Kg/ha, 50 Kg kapur, 100 Kg Ponska/ha, itik 1.000 ekor untuk 40 petani. Sisanya seperti tambahan pupuk 100 Kg, obat-obatan serta pupuk 500 Kg, petani dapat membeli saat dibutuhkan dan bisa membayar ke Gapoktan setelah panen.

 

 

sumber : https://kalsel.antaranews.com/

 – Di tengah pandemi Covid 19 Kerja sama Internasional Kementerian Pertanian dengan pihak luar negeri tetap berlangsung dengan mengoptimalkan teknologi internet. Rapat-rapat dengan mitra kerja sama luar negeri pun dilakukan dengan teleconference. Hal itu disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Dr Fadjry Djufry dalam siaran persnya, Selasa (24/3/2020). 

Bogor, Sains IndonesiaMenurut Fadjry, komitmen yang telah disepakati tetap dilakukan sesuai jadwal. Momen ini, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi peneliti-peneliti Balitbangtan untuk membuktikan kemampuannya di lembaga penelitian internasional.

"Covid bukan halangan, komunikasi tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan media canggih. Lembaga internasional cukup mengawasi pelaksanaannya dari jauh," katanya.

Sebut saja program penyusunan profil Climate Smart Agriculture (CSA) di Indonesia yang bekerjasama dengan The International Center for Tropical Agriculture (CIAT), tetap pada jadwal yang ditetapkan. Kerja sama ini merupakan bagian upaya Indonesia menjelaskan kepada dunia praktek-praktek tradisional Indonesia. 

"Pada program ini Indonesia menjelaskan kearifan lokal (traditional knowledge) terkait praktek pertanian cerdas - iklim," kata Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Dr. Yiyi Sulaeman.

Penyusunan profil CSA Indonesia dilakukan untuk memetakan kondisi pertanian di seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari mendefinisikan rantai nilai, sistem pertanian, dan wilayah geografis yang sangat sensitif dan terpapar faktor-faktor iklim. Selain itu CSA juga menilai intervensi program dan kapasitas kelembagaan dalam memberikan opsi/strategi adaptasi untuk membantu petani mengatasi risiko dalam berusaha tani dan kerentanan iklim (banjir, kekeringan, badai).

Dalam pertemuan virtual melalui skype, peneliti CIAT Marie Antoine, memaparkan metodologi dalam menyusun profil CSA kepada lima peneliti di Indonesia. Para peneliti itu bekerja di kantor dan kediaman masing-masing sehubungan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) akibat mewabahnya virus Korona.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah Kepala BBSDLP, Dr Husnain mengutarakan bahwa Indonesia memiliki beberapa cara konvensional untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim. "Praktek subak di Bali dan pertanian terasering upaya pengaturan kebutuhan air pada pertanian padi di Bali," kata Husnain.

Penyusunan profil CSA Indonesia akan dilakukan hingga akhir Juni 2020. Kerja sama hibah dari World Bank melalui CIAT ini merupakan buah dari MoU yang telah ditandatangani sejak 2017 dan implementasi hasil kunjungan Kepala Balitbangtan pada Agustus 2019 lalu ke Cali, Colombia.

"Lembaga penelitian pertanian tropis ini merupakan lembaga di bawah konsorsium CGIAR (Consultative Group on International Agricultural Research) seperti halnya IRRI untuk penelitian padi dan juga CIMMYT untuk penelitian jagung dan sorgum," ungkap Kepala Bagian Kerja Sama, Hukum, Organisasi dan Humas, Sekretariat Balitbangtan, Ir. Erlita Adriani.

 

sumber: http://www.sainsindonesia.co.id/