Bogor, bertempat di Museum Tanah Dan Pertanian, Pusat Perpustakaan Dan Penyebaran Teknologi  Pertanian (PUSTAKA) dan 65 UK/UPT lingkup Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Kegiatan ini untuk menindaklanjuti kegiatan Temu Teknis Pengelolaan Dan Pengembangan Perpustakaan pada tanggal 12-15 Februari kemarin.  Oleh karena itu, diperlukan konsolidasi di tingkat pimpinan yang mengampu kegiatan pengelolaan perpustakaan.

Acara FGD dibuka oleh Kepala Bidang Perpustakaan, Riko Bintari, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari  Chaidir Amir, S.Sos., M.A., Pustakan Ahli Madya dari  Perpustakaan Nasional. Dalam pemaparanya, chaidir menjelaskan apa pentingnya pepustakaan bagi kemajuan peradapan bangsa.

“Di era Industri 4.0, bangsa yang bisa bersaing dalam persaingan global bukan hanya bangsa yang memiliki sumber daya kekayaan alam, teknologi, dan modal, namun yang lebih utama saat ini adalah memiliki data, informasi, dan pengetahuan.” Ujarnya.

Di akhir acara, dilakukan diskusi untuk pembangun layanan perpustakaan yang baik bagi pengguna, serta memaksimalkan sumberdaya manusia, pustakawan pada khususnya, di masing-masing UK/UPT.  Dalam kesempatan ini pula, kepala PUSTAKA Bogor, Dr. Retno SHM memperkenalkan teknologi terbaru dari pustaka, yaitu Virtual Literasi, yang menghubungkan titik-titik perpustakaan pertanian di daerah.

 “ virtual literasi ditujukan untuk menjangkau  pengguna untuk menyejahterakan petani, serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum” kata retno.

Dengan adanya FGD ini, diharapkan UK/UPT lingkup Badan Litbang akan mengoptimalkan layanan perpustakaan , sehingga hasil-hasil penelitian  akan dapat dimanfaatkan langsung oleh end user, petani khususnya.