– Di tengah pandemi Covid 19 Kerja sama Internasional Kementerian Pertanian dengan pihak luar negeri tetap berlangsung dengan mengoptimalkan teknologi internet. Rapat-rapat dengan mitra kerja sama luar negeri pun dilakukan dengan teleconference. Hal itu disampaikan Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Dr Fadjry Djufry dalam siaran persnya, Selasa (24/3/2020). 

Bogor, Sains IndonesiaMenurut Fadjry, komitmen yang telah disepakati tetap dilakukan sesuai jadwal. Momen ini, lanjutnya, menjadi kesempatan bagi peneliti-peneliti Balitbangtan untuk membuktikan kemampuannya di lembaga penelitian internasional.

"Covid bukan halangan, komunikasi tetap dilaksanakan dengan memanfaatkan media canggih. Lembaga internasional cukup mengawasi pelaksanaannya dari jauh," katanya.

Sebut saja program penyusunan profil Climate Smart Agriculture (CSA) di Indonesia yang bekerjasama dengan The International Center for Tropical Agriculture (CIAT), tetap pada jadwal yang ditetapkan. Kerja sama ini merupakan bagian upaya Indonesia menjelaskan kepada dunia praktek-praktek tradisional Indonesia. 

"Pada program ini Indonesia menjelaskan kearifan lokal (traditional knowledge) terkait praktek pertanian cerdas - iklim," kata Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Dr. Yiyi Sulaeman.

Penyusunan profil CSA Indonesia dilakukan untuk memetakan kondisi pertanian di seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari mendefinisikan rantai nilai, sistem pertanian, dan wilayah geografis yang sangat sensitif dan terpapar faktor-faktor iklim. Selain itu CSA juga menilai intervensi program dan kapasitas kelembagaan dalam memberikan opsi/strategi adaptasi untuk membantu petani mengatasi risiko dalam berusaha tani dan kerentanan iklim (banjir, kekeringan, badai).

Dalam pertemuan virtual melalui skype, peneliti CIAT Marie Antoine, memaparkan metodologi dalam menyusun profil CSA kepada lima peneliti di Indonesia. Para peneliti itu bekerja di kantor dan kediaman masing-masing sehubungan kebijakan bekerja dari rumah (work from home) akibat mewabahnya virus Korona.

Sementara itu dalam kesempatan terpisah Kepala BBSDLP, Dr Husnain mengutarakan bahwa Indonesia memiliki beberapa cara konvensional untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim. "Praktek subak di Bali dan pertanian terasering upaya pengaturan kebutuhan air pada pertanian padi di Bali," kata Husnain.

Penyusunan profil CSA Indonesia akan dilakukan hingga akhir Juni 2020. Kerja sama hibah dari World Bank melalui CIAT ini merupakan buah dari MoU yang telah ditandatangani sejak 2017 dan implementasi hasil kunjungan Kepala Balitbangtan pada Agustus 2019 lalu ke Cali, Colombia.

"Lembaga penelitian pertanian tropis ini merupakan lembaga di bawah konsorsium CGIAR (Consultative Group on International Agricultural Research) seperti halnya IRRI untuk penelitian padi dan juga CIMMYT untuk penelitian jagung dan sorgum," ungkap Kepala Bagian Kerja Sama, Hukum, Organisasi dan Humas, Sekretariat Balitbangtan, Ir. Erlita Adriani.

 

sumber: http://www.sainsindonesia.co.id/