BBSDLP memulai awal tahun ini dengan mengasah bibit unggul peneliti melalui pelaksanaan Program Penelitian dan Pengembangan Kompetitif Sumberdaya Lahan Pertanian (P2KSDLP).
P2KSDLP menerapkan kompetisi terbuka antara calon peneliti, peneliti pertama, dan peneliti muda lingkup BBSDLP (BBSDLP, Balittanah, Balitklimat, Balittra, dan Balingtan) melalui proses seleksi dan evaluasi terhadap pengusulan proposal kompetitif.
Rapat komisi pengarah dan tim evaluator melalui aplikasi zoom membahas perkembangan penilaian dan tindaklanjut  proposal penelitian pada hari Kamis, 9 April 2020.
Sejumlah 33 proposal kompetitif yang terkumpul dengan enam pilihan fokus penelitian yang sesuai dengan tugas penelitian BBSDLP, yaitu 1) sumberdaya lahan pertanian, 2) tanah dan pemupukan, 3) air/hidrologi, iklim/agroklimat dan lingkungan, 4) sosial ekonomi dan kebijakan SDLP, 5) aplikasi IT SDLP, serta 6) sistem informasi, penginderaan jarak jauh, dan pemodelan masih dalam proses penilaian dan evaluasi.
Sistem seleksi proposal penelitian P2KSDLP ini dilaksanakan secara obyektif dan bersifat kompetitif yang dilakukan oleh Komisi Pengarah dan Tim Evaluator, terdiri dari peneliti madya, peneliti utama, professor riset, dan Tim bidang Program dan Evaluasi.
Proposal yang lolos seleksi akan memperoleh dana penelitian yang dibiayai dari anggaran khusus DIPA BBSDLP TA 2020.
Melalui kegiatan P2KSDLP diharapkan BBSDLP dapat menghasilkan inovasi dan karya IPTEK hasil riset yang unggul, bermutu, modern, dan berdaya saing.
"Selain itu, diharapkan pula hasil penelitian dan pengembangan yang mudah dimanfaatkan langsung oleh petani, penyuluh, dan stakeholder lainnya seperti pemerintah daerah dan Dirjen Teknis", tegas Erna selaku penanggungjawab kegiatan. (MM/LQ)