Bogor, 11 Juni 2020. Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan (BBSDLP) melaksanakan Webinar Pembuatan Pupuk Organik pada pukul 10.00-12.00 via Zoom dan live steraming Facebook serta Youtube. Webinar ini dimoderatori oleh Kepala Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Dr. Ladiyani Retno Widowati.

Indonesia menghadapi tantangan pertanian berupa degradasi lahan sehingga produktivitas pertanian melandai. Musababnya sejak 1980 Indonesia menerapkan pertanian intensif yang hanya berbasis pupuk anorganik. Dampaknya tanah menjadi sakit dengan indikator C-organik rendah. “Di masa lalu tanah kita masih sehat dengan kadar C-organik 2-5%. Kini kadar C-organik tanah umumnya kurang dari 2%. Produktivitas lahan dapat dikembalikan bila tanah kembali disehatkan dengan meningkatkan kadar C-organik. “Tentu caranya dengan mengembalikan sebanyak mungkin biomassa ke tanah. Prakteknya dengan memberikan pupuk organik,” kata Retno.

Webinar itu diikuti oleh 925 peserta yang mengakses melalui zoom dan 355 peserta yang menggunakan youtube. Webinar diisi oleh narasumber yang sudah berpengalaman di bidangnya. Sebut saja IGM Subiksa yang membawakan materi proses pembuatan pupuk organik. Sementara Selly Salma membagikan teknologi pengomposan yang tepat. Terakhir Wiwik Hartatik menyampaikan bahan baku dan syarat mutu pupuk organik.

 

Berikut video Webinar Pembuatan Pupuk Organik:

Copyright © 2017 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. All Rights Reserved.
Jl. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu - Bogor 16114
Telpon: 0251-8323011, 8323012 Fax: 0251-8311256 Email: sekretariatbbsdlp@yahoo.com atau bbsdlp@litbang.pertanian.go.id