Bogor- Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangtan), Pertanian Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BBSDLP) mengundang para pakar internasional untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang berbagai topis terkait pengelolaan lahan tropis secara berkelanjutan  dalam acara The First International Conference on Sustainable Tropical Land Management (ICSTLM), dengan mengusung tema "Adapting land management to climate change and combating land degradation to increase the resilience of agricultural systems". Kegiatan ini diselenggarakan 16-18 September 2020 secara virtual.

Konferensi diawali dengan Welcome Speech dari Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufry, dilanjutkan dengan pembukaan dan Welcome Remark oleh Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (16/9/2020).

Pada sesi Pleno, dengan dimoderatori oleh Prof. Fahmuddin Agus, Prof. Takashi Kosaki (President of IUSS) mengawali pesentasi sebagai keynote speaker, dengan judul “Soils in the Humis Tropic-Degradation Processes and Strategies for Remediation”.

ICSTLM diikuti oleh 519 peserta, dengan 228 presenter yang mempresentasikan naskah mereka. Sasaran peserta adalah para ilmuwan, akademisi, pengambil kebijakan, LSM, pengusaha, pejabat pemerintah, dan praktisi pertanian dari seluruh dunia, terutama yang berasal dari daerah tropis atau mereka yang memiliki latar belakang penelitian pertanian tropis yang baik.

 

Intenasional confrence dibagi menjadi 5 komisi dalam seminar ini, yaitu; 1) Land Use, Land Suitability, and Risk Mapping (LULS); 2) Soil, Water, and Crop Management and the Socio-Economic Dimensions (SWCM); 3) Adaptation and Mitigation to Climate Change (CC); 4) Soil Quality Assessmen (SQA); dan 5) Digital and Precission Agriculture (DPA).

“Dari rangkaian konferensi ini, saya berharap ada gagasan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan, terutama tentang pengelolaan lahan adaptif terhadap perubahan iklim dan penanggulangan degradasi lahan”, kata Fadjry dalam sambutanya.

 “Sektor pertanian memiliki potensi sangat besar untuk berkontribusi dalam aksi perubahan iklim melalui kegiatan adaptation, adaptation co-benefit, dan resilience, yang sedang kita perjuangkan bersama dalam forum global UNFCCC melalui gugus tugas Koronivia Joint Work on Agriculture. ujar Syahrul Yasir Limpo, Menteri Pertanian RI

Saya berharap acara ini dapat merumuskan poin-poin penting untuk memberikan nilai tambah bagi kebijakan pembangunan pertanian Indonesia terutama dalam mengatasi degradasi lahan dan dampak perubahan iklim melalui pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.“ lanjut Syahrul. (LQ/WA)

Copyright © 2017 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. All Rights Reserved.
Jl. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu - Bogor 16114
Telpon: 0251-8323011, 8323012 Fax: 0251-8311256 Email: sekretariatbbsdlp@yahoo.com atau bbsdlp@litbang.pertanian.go.id