Bogor-Bertempat di Agriculture War Room  (AWR) Balitbangtan, Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Inderaja untuk Pemutakhiran Lahan Baku Sawah (20/01). Bimtek yang diselenggarakan secara online selama dua hari tersebut diikuti oleh 112 peserta yang berasal dari Pusfatja LAPAN, Pustekdata LAPAN, PTPSW BPPT, BIG, Kepala BPTP, Tim Gugus Tugas Standing Crop, dan Peneliti BBSDLP. Bimtek dibuka secara langsung oleh Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry.  

Bimtek tersebut bertujuan untuk menentukan teknik ubinan padi sawah yang berguna untuk menentukan provitas padi di lapang. Data provitas tersebut sangat diperlukan dalam menentukan tingkat produksi padi nasional pada SISCrop 1.0 (Sistem Informasi Standing Crop) yang telah dikembangkan Balitbangtan. Kegiatan bimtek ini juga bertujuan untuk membekali para Tim Gugus Tugas Standing Crop terkait pemetaan Lahan Baku Sawah (LBS).

 “Mohon Tim Gugus Tugas menyelesaikan validasi dan verifikasi data Produktivitas padi tepat waktu, sehingga dalam satu bulan ke depan SISCrop 1.0 dapat dilaunching sesuai yang ditargetkan oleh Menteri Pertanian” ujar Kepala Balitbangtan, Dr. Fadjry Djufry dalam sambutannya.

Selanjutnya Fadjry menghimbau supaya Tim Gugus Tugas harus segera turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi data, serta memastikan terkumpulnya data-data yang dibutuhkan dengan akurat. Ini adalah salah satu bentuk kontribusi Balitbangtan dalam memajukan pertanian Indonesia.

 

SISCrop 1.0 yang dikembangkan Balitbangtan ini memberikan informasi fase tumbuh tanaman padi menggunakan citra satelit radar atau Synthetic Aperture Radar atau SAR Sentinel-1. Informasi tersebut dapat digunakan oleh para pengambil kebijakan untuk memprediksi luas dan waktu panen, serta produksi beras dalam 1 sampai 3 bulan ke depan. Selain itu, informasi tersebut sangat dibutuhkan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian atau Lembaga lain dan sangat berguna untuk efisiensi dalam perencanaan nasional dalam menentukan jumlah dan distribusi pupuk, bibit, pestisida dan air.

Sistem informasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akurasi perhitungan luas tanam, luas panen, Produktivitas, Indeks Pertanaman, dan lain-lain, sehingga Sistem Informasi ini dapat membantu Badan Pusat Statistik (BPS) meningkatkan perhitungan Produktivitas padi di seluruh Indonesia secara real time dengan akurasi tinggi.

Materi yang dipaparkan dalam Bimtek ini antara lain: (1) Pemetaan Lahan Baku Sawah dengan narasumber dari Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik, BIG. (2) Pemanfaatan Citra Satelit untuk Identifikasi Sawah dan Pemantauan Padi oleh I Made Parsa, M.Si dari LAPAN. (3) Pengamatan Data Ubinan oleh BPS Karawang, (4) Metode ubinan untuk penelitian oleh BBPadi, dan (5) Sosialisasi  SISCrop 1.0 dan Cara Pengoperasianya.

Kepala BBSDLP, Dr. Husnain, berharap dengan adanya kegiatan Bimtek ini, diharapkan seluruh Tim Gugus Tugas Standing Crop di seluruh BPTP dapat mengupdate data provitas padi.

Copyright © 2017 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. All Rights Reserved.
Jl. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu - Bogor 16114
Telpon: 0251-8323011, 8323012 Fax: 0251-8311256 Email: sekretariatbbsdlp@yahoo.com atau bbsdlp@litbang.pertanian.go.id