BBSDLP bersama Tim Pusdatin dan Ditjenbun melakukan kerjasama penelitian Penyusunan Metode Estimasi Tebu Rakyat Berbasis Remote Sensing. Kegiatan ini memanfaatkan Citra Satelit Sentinel 2, dan dipilih lokasi tebu rakyat di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Pengamatan lapang menjadi bagian penting dalam identifikasi lahan tebu dengan menggunakan citra satelit. Pemodelan citra satelit untuk menduga produksi tebu di suatu area terkait erat dengan variabel apa saja yang diamati, jumlah titik pengamatan, sebaran titik dan waktu pengamatan. Oleh karenanya diperlukan kegiatan khusus melakukan pengamatan lapang dengan terlebih dahulu menentukan variabel yang diamati, area yang diamati, jumlah pengamatan, serta petugas pelaksana pengamatan lapang.

Pengamatan lapang dilakukan oleh petugas yang ditunjuk yakni dari Dinas Pertanian Kab. Cirebon dan petugas dari PG Sindang Laut dan PG Tresna Baru.  Sebelum pengamatan dilakukan dilakukan bimbingan teknis berkenaan dengan teknik pengamatan, variabel yang diamati, peralatan yang digunakan, teknik pengisian form manual dan online, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan model yang akan dibangun.

Pada tanggal 8-9 Februari 2021 telah dilakukan pengamatan lapang terhadap sejumlah tanaman tebu yang berada pada lokasi pengusahaan Pabrik Gula (PG) Sindang Laut dan PG Tresna Baru di Kabupaten Cirebon.  Pengamatan dilakukan oleh 13 orang petugas pengamat yang dibagi menjadi 3 kelompok. Jumlah titik pengamatan dan sebaran telah ditentukan berdasarkan sebaran lahan tebu, luasan poligon, dan penggunaan saat ini.

Parameter yang diamati meliputi nomor pengamatan, nama pengamat, institusi pengamat, tanggal pengamatan, lokasi geografis, tinggi batang, tinggi tanaman tanaman, jumlah tanaman dalam 1 rumpun, varietas, jarak tanam, bulan tanam, bulan panen, pengeletekan, serta dilakukan pengambilan foto dari berbagai sudut pengamatan. Untuk memudahkan pengamatan, peta pengamatan telah dipersiapkan dan untuk operasional lapang menggunakan aplikasi Android Avenza.

Melalui pemodelan citra satelit  yang dibangun diharapkan dapat diestimasi tingat produksi dan produksi tebu disuatu wilayah tanaman tebu tertentu. Melalui pemodelan tersebut juga dapat dianalis faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produksi dan pertembuhan tanaman tebu.

Pengamatan tanaman yang dilakukan saat ini merupakan pengamatan kedua setelah pengamatan sebelumnya yang dilakukan pertengahan Januari lalu. Namun demikian pengamatan lapang yang dilakukan pada musim penghujan (Oktober- Maret) tidak cukup mudah dilakukan karena sering terkendala oleh turunnya hujan. Di beberapa lokasi bahkan terdapat lahan tebu tergenang air atau bahkan mengalami banjir akibat  curah hujan yang tinggi. (SB, Feb/2021).

Copyright © 2017 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. All Rights Reserved.
Jl. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu - Bogor 16114
Telpon: 0251-8323011, 8323012 Fax: 0251-8311256 Email: sekretariatbbsdlp@yahoo.com atau bbsdlp@litbang.pertanian.go.id