Bogor, 19 Februari 2021. Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pemanfaatan Inderaja untuk Pertanian yang diselenggarakan di Hotel Bigland, Bogor.

Acara tersebut dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufry. Dalam kesempatan pembukaan dan diskusi, Fadjry menyampaikan pemanfaatan data citra satelit semakin diperlukan untuk pembangunan pertanian. Data citra satelit telah lama digunakan untuk mendukung berbagai kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia. Badan Litbang Pertanian telah memanfaatkan data Sentinel 1 dalam monitoring lahan sawah melalui sistem informasi standing crop (SISCROP 1.0). Adapun monitoring lahan sawah meliputi luas tanam, luas panen, fase tumbuh, dan produksi. Dalam beberapa bulan ke depan analisis dan monitoring lahan sawah dengan Sentinel 1 untuk Jawa dan Bali diharapkan akan selesai.

Dalam kesempatan diskusi, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Husnain menegaskan bahwa Kementerian Pertanian melalui Agriculture War Room (AWR) memprogramkan semua data dapat terkoneksi hingga tingkat Balai Penyuluh Pertanian (BPP). Namun demikian terkait data citra satelit, BBSDLP sebagai pengguna data LAPAN mengharapkan dapat kerjasama pemanfaatan Sentinel 1 dapat dilakukan secara cepat untuk menjawab kebutuhan informasi luas panen dan produksi padi sawah saat ini. Husnain juga menyampaikan, berbeda dengan cara manual atau pengamatan lapang, penggunaan teknologi citra satelit dapat meng-cover 100 % wilayah Indonesia.

Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh (Pusfatja), LAPAN, Dr. M. Rokhis Khomarudin, memaparkan perkembangan teknologi citra satelit dan model-model yang tersedia dan dikembangkan oleh LAPAN. Rokhis mengungkapkan pentingnya terus dilakukan kerjasama untuk membangun kerjasama dengan BBSDLP dalam membangun model pemantauan lahan pertanian. Model tersebut diharapkan dapat menjawab keraguan berbagai pihak tentang tingkat akurasi sebuah model remote sensing. Sementara itu, Rahmat Arief, mewakili Pusat Teknologi dan Data (Pustekdata), LAPAN, mengungkapkan berbagai data yang tersedia dan siap pakai (ADR) bagi para pengguna. 

Sementara itu perwakilan Pusdatin, Endah Susilawati, memaparkan tentang Sistem Informasi Monitoring Pertanian antara lain: SIMOTANDI, SI-PERDITAN, Pemetaan Lahan Pertanian secara Online.

FGD yang berlangsung selama setengah hari tersebut menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Pusfatja, LAPAN dan BBSDLP sepakat untuk melanjutkan kerjasama pemanfaatan data Sentinel-1

2. Pustekdata, LAPAN dan BBSDLP sepakat untuk menjalin kerjasama dalam menyediakan data Sentinel-1

3 . BBSDLP dan Pusdatin, Kementerian Pertanian sepakat untuk mensinergikan dan melengkapi Database Pertanian.

Melalui kerjasama yang terus dibangun baik dengan LAPAN (Pusfatja dan Putekdata) maupun dengan Pusdatin diharapkan dapat menghasilkan informasi lahan pertanian di Indonesia secara lebih akurat dan dapat dijadikan acuan secara nasional. (SB/WA)

Copyright © 2017 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. All Rights Reserved.
Jl. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu - Bogor 16114
Telpon: 0251-8323011, 8323012 Fax: 0251-8311256 Email: sekretariatbbsdlp@yahoo.com atau bbsdlp@litbang.pertanian.go.id