Petani menerima dampak dan resiko paling besar akibar perubahan Iklim yang mendera sektor pertanian. Demikian hasil penelitian Dr. Woro Estiningtyas, dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Menurut Woro, untuk mensiasatinya petani harus mengalihkan resiko tersebut kepada perusahaan asuransi.

Hampir setiap tahun petani—terutama petani padi—menerima ancaman kerugian karena padi sangat rentan pada perubahan iklim yang mengakibatkan banjir, kekeringan, serta serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).

Padahal padi menjadi komoditas paling penting di Indonesia karena pemerintah menetapkan swasembada beras sebagai target utama. “Padi masih menjadi tanaman utama dan sumber pangan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Pemerintah khususnya Kementerian Pertanian yang menjadi tulang punggung untuk mencapainya,” kata Woro.

Lantaran itu Kementerian Pertanian mendorong petani untuk menggunakan asuransi pertanian agar target pemerintah tercapai, tetapi petani tidak menjadi pihak paling dirugikan. Petani dapat memilih perusahaan asuransi dengan biaya premi yang relatif kecil sehingga terjangkau. Salah satu perusahaan yang telah digandeng Kementan untuk asuransi pertanian adalah PT. Jasindo.

Saat ini telah berkembang beberapa tipe asuransi. Sebut saja asuransi berbasis gagal panen (failure), berbasis hasil (yield), berbasis keuntungan (revenue), dan yang terbaru saat ini berbasis indeks iklim (weather index insurance).

Petani pun telah mulai melirik program asuransi berbasis Indeks Iklim. Terlihat dari kesediaan petani membayar premi yang cukup tinggi (76%). “Ini awal yang baik bagi pengembangan Asuransi Indeks Iklim di Indonesia,” kata Woro.

Mekanisme asuransi tersebut sudah berjalan di beberapa daerah Indonesia seperti di wilayah kerja UPSUS BBSDLP di Tolitoli, Sulawesi Tengah. Dinas Pertanian Kabupaten Tolitoli membantu petani khususnya petani Padi mengatasi resiko akibat perubahan iklim, banjir, maupun OPT dengan asuransi.

Diharapkan asuransi pertanian tersebut menjadi opsi dan strategi perlindungan bagi para petani untuk menghadapi resiko akibat dampak perubahan iklim saat ini. (Laela Rahmi)