Program intensifikasi dilakukan untuk menjamin ketersdiaan pangan secara berkelanjutan. Namun demikian, intensifikasi harus dilakukan dengan tepat agar ramah lingkungan. Sebut saja pemberian bahan organik yang tidak tepat dan pemilihan varietas unggul yang sembarangan dapat meningkatkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sehingga mengganggu lingkungan.

Kajian pengaruh jerami padi dan varietas unggul baru terhadap emisi GRK sangat perlu dan penting dilakukan. Hal ini diungkapkan Nana Sutrisna, dkk dalam Jurnal Tanah dan Iklim Vol. 40 No.2 Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan untuk mempertimbangkan kondisi spesifik lokasi di wilayah Jawa Barat.

Pemberian bahan organik termasuk jerami mampu meningkatkan ketersediaan unsur hara dan mempertahankan kesuburan tanah. Selain itu penggunaan varietas unggul padi sangat menentukan kesuksesan budidaya padi. “Kontribusi varietas unggul terhadap produktivitas mencapai lebih 26%,” ungkap Nana.

Pengukuran emisi GRK difokuskan pada gas CH4 dan N2O pada umur 21, 42, dan 87 hst dengan menggunakan metode sungkup. Pada umur 21 dan 42 hst dekomposisi jerami masih berlangsung dan menghasilkan asam organik. Sedangkan pada umur 87 hst saat kondisi jerami telah melapuk dan tidak menghasilkan asam-asam organik sehingga fluks emisi gas CH4 rendah. Gas N2O dipengaruhi kondisi kematangan bahan organik yang diberikan. Apabila jerami semakin matang maka semakin rendah emisi N2O yang dihasilkan.

Perlakuan pada varietas menunjukkan emisi gas metan pada budidaya varietas Cisadane lebih tinggi dari IP 64 karena umur varietas Cisadane lebih panjang. Sementara varietas unggul Inpari 4 menghasilkan emisi N2O lebih tinggi dibanding varietas Inpari 14 dan Mekongga. “Jumlah biomassa daun kering Inpari 4 lebih banyak dari varietas unggul lainnya sehingga mengasilkan fluks gas N2O”, kata Nana.

Pengaruh pemberian jerami juga dapat mempengaruhi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah produktif, dan hasil padi. Sedangkan pengaruh VUB menunjukkan varietas Inpari 4 menghasilkan padi tertinggi daripada Mekongga. (Nunik Rachmadianti)