BBSDLP bersama Balitklimat (Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi), PSEKP (Pusat Studi Ekonomi dan Sosial Pertanian) serta BMKG melakukan penelitian bersama yang di dukung oleh lembaga dunia FAO untuk melakukan antisipasi berupa mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim pada sektor pertanian dengan skala nasional.

Kegiatan yang di beri judul Analysis And Mapping Of Impacts Under Climate Change For Adaptation Food Security Through South-South Cooperation (AMICAF-SSC) ini dilakukan guna memproyeksikan iklim melalui curah hujan dan suhu udara, menyusun model produksi hasil pertanian dan model hidrologi, serta melakukan kajian melalui sekolah lapang iklim bagi para petani dan penyuluh. Selain itu analisis ekonomi dan sosial para petani juga turut dilakukan untuk melihat sejauh mana kesejahteraan petani saat ini.

Salah satunya kegiatan AMICAF dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 3 November 2017 kemarin, yaitu pengumpulan data sosial ekonomi para petani melalui pengisian kuesioner dan wawancara petani yang ada di Kabupaten Indramayu yang terdiri dari kecamatan Kertasemaya, Krangkeng, Karang Ampel, dan Sukra.

Kegiatan pengumpulan data tersebut juga turut didampingi oleh para penyuluh dari kabupaten hingga kecamatan. Dengan adanya penyuluh tersebut tim AMICAF dapat melakukan diskusi terkait mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim yang sudah di laksanakan di lokasi pengambilan data.

Menurut H. M.Hidayat Kepala BPP Kecamatan Kertasemaya, “kendala adaptasi perubahan iklim yang dilakukan disini yaitu sulitnya mengajak petani untuk menentukan waktu tanam sesuai dengan yang dianjurkan oleh BMKG maupun Balitklimat (Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi), hal ini ini karena petani masih memegang teguh adat budaya mereka, jadi para petani belum akan tanam padi sebelum di lakukan upacara sedekah bumi”, yaitu upacara permohonan agar hasil tani yang akan mereka laksanakan dapat melimpah.

“untuk mengatasi hal tersebut maka para penyuluh harus sedapat mungkin berdialog dengan para sesepuh agar upacara sedekah bumi dapat di sesuaikan dengan jadwal tanam yang telah ditentukan oleh pemerintah dalam hal ini BMKG dan Balitklimat” ujan Pak Nandang Koordinator Penyuluh Kabupaten Indramayu. Tidak jarang dialog berjalan alot sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk meyakinkan para sesepuh desa maupun kampung yang ada di kecamatan masing – masing.

Dengan adanya kegiatan ini para penyuluh berharap agar para petani dapat lebih diberikan pemahaman yang lebih banyak terkait mitigasi dan adaptasi dampak perubahan iklim tersebut sehingga produksi yang di hasilkan petani lebih tinggi dan kendala produksi menjadi lebih rendah. (lr)