Tolitoli-Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) mengundang 150 orang penyuluh dan babinsa untuk mengikuti kegiatan rapat koordinasi kegiatan upsus pajale. Kegiatan dilaksanakan di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tolitoli. Mereka juga dibekali informasi terkait Inovasi Teknologi Pembangunan Infrastruktur Panen Air. “untuk swasembada pangan maka kita perlu meningkatkan produksi dengan cara meningkatkan luas tambah tanam (LTT)  dalam upaya khusus peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai, serta harus mampu memanfaatkan infrastruktur dan bantuan pemerintah secara maksimal, salah satunya dengan pembangunan Infrastruktur panen air yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah” kata Kepala BBSDLP, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, yang merupakan Koordinator Upsus kedua kabupaten tersebut pada acara yang digelar 9 November 2017 itu.

Pada Rakor tersebut juga turut hadir Dandim 1305 Letkol Kav. Anker Widianto, Perwira Penghubung Parigi Moutong Mayor Inf. Agus Mulyono Seiregar, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dari masing – masing kabupaten, Peneliti Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi Adang Hamdani, SP., M.Si, dan Perwakilan dari Badan Pusat Statistika Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam sambutannya Letkol Kav. Anker Widianto mengatakan bahwa saat ini kabupaten toli – toli sudah memiliki peta lahan sawah, sehingga mempermudah pekerjaan para babinsa dan para penyuluh untuk mencari lahan – lahan yang masih bisa dimanfaatkan untuk mencetak sawah baru dalam upaya peningkatan luas tambah tanam (LTT) padi. Pernyataannya tersebut langsung di tanggapi oleh Dedi, “ Dandim Tolitoli sangat inisiatif dengan memetakan sawah terseut agar kegiatan upsus ini menjadi tepat sasaran, dengam memetakan sawah maka perencanaan penambahan LTT padi dan tindakan yang akan dilaksanakan menjadi jelas, jelas medan tempurnya” ujar Dedi.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan evaluasi luas tambah tanam (LTT) untuk masing – masing kabupaten.

LTT Kabupaten Tolitoli mengalami peningkatan di tahun 2017 menjadi 123.330 hektar dari tahun 2016 seluas 113.149 hektar. Dengan LTT yang terus meningkat, saat ini Kabupaten Tolitoli menjadi Kabupaten pensuplai beras tertinggi di Provinsi Sulawesi Tengah. Namun demikian Dedi, Letkol Anker dan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tolitoli berpesan kepada para penyuluh dan babinsa agar tetap bekerja keras dan bertekad kuat untuk terus meningkatkan produksi melalui penambahan LTT dengan memanfaatkan teknologi dan insfrastruktur yang disediakan pemerintah secara maksimal, sehingga pada tahun 2045 Indonesia benar – benar mampu menjadi lumbung pangan dunia. (lr).