Bogor (19/02/2018). Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) kembali menjadi tuan rumah dalam pertemuan pembahasan tindak lanjut PP No 57 tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut. Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Direktur TTP Sawit, Direktur Perlindungan Perkebunan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian, BBSDLP, Balittanah, Balitklimat, IPB, serta perwakilan dari Perusahaan Lokus Kajian yaitu Direksi PT. Astra Agro Lestari Tbk, Direksi PT. Hindoli Tbk, dan Direksi PT. SMART Tbk.


Pertemuan ini membahas finalisasi MoU antara Kementerian Pertanian dengan Perusahaan Lokus Kajian, finalisasi SK Tim Kajian, dan rencana kerja Tim dan output yang akan dihasilkan. "Finalisasi MoU sebagai tindak lanjut PP No 57 tahun 2016 ini perlu diselesaikan agar kegiatan pengujian penerapan pengaturan tinggi muka air tanah pada lahan gambut dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan dan peraturan yang ada.", ungkap Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, dalam arahannya kepada para peserta pertemuan.


Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut memuat perubahan isi MoU yaitu pada bagian judul, penambahan pihak ketiga, serta perbaikan isi pasal perjanjian yang merupakan kesepakatan bersama. Dr. Ir. Ai Dariah selaku salah satu peneliti dari Balai Penelitian Tanah menyampaikan pendapatnya mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan termasuk penyediaan fasilitas, “Perlu disediakan fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan ini agar pelaksanaan pengujian penerapan pengaturan tinggi muka air tanah pada lahan gambut, dapat berjalan lancar sesuai dengan sasaran kegiatan.”. Setelah dilakukan kesepakatan antara pihak perwakilan Kementerian Pertanian dengan pihak perwakilan dari Perusahaan Lokus Kajian, selanjutnya pertemuan ini diakhiri dengan closing statement oleh Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP). (HNA)