Palembang (28/03/2018). Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian menyadari bahwa infrastruktur data peta tanah dan kesesuaiam lahan pada skala operasional 1:50.000 adalah hal mendasar dalam perencanaan pengembangan dan pengelolaan lahan pertanian di daerah "Data-data sumberdaya lahan yang telah dihasilkan hingga tahun 2017 kemudian diserahkan langsung kepada pemerintah daerah untuk dapat dijadikan dasar dalam perencanaan pengembangan wilayah.” Ungkap Mas Teddy Sutriadi Kabid PE BBSDLP.

Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) kembali melakukan sosialisasi dan ekspose peta sumberdaya lahan kepada pemerintah daerah. Kali ini, pemetaaan di 17 Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan telah selesai dilaksanakan pada tahun 2017 dengan menghasilkan Peta Tanah, Peta Kesesuaian Lahan, buku Rekomendasi Pengelolaan Lahan dan Arahan Komoditas.

Kegiatan ekspos dan sosialisasi data-data sumberdaya lahan tersebut dilaksanakan di kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumatera Selatan pada tanggal 28 Maret 2018. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 17 Kepala Dinas Pertanian/Peternakan/Tanaman Pangan dan Hortikultura dari masing-masing kabupaten.

“Peta-peta ini sangat bermanfaat dan penting, khususnya bagi seluruh UPT dinas pertanian/peternakan di kabupaten dan kota dalam mendukung perencanaan kebijakan pembangunan daerah dan tupoksi termasuk Pelaksanaan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B),” ungkap Kepala Dinas Pertanian TPH Sumatera Selatan.

Perangkat Uji Tanah yang merupakan produk unggulan hasil penelitian BBSDLP juga turut diserahkan kepada masing-masing perwakilan dinas. Perangkat uji ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penentuan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan dan produksi tanaman.

Sosialisasi mengenai tatacara membaca peta tanah, peta kesesuaian lahan, dan rekomendasi pengelolaan lahan juga disampaikan pada acara ini oleh Dr. Erna Suryani dan Ir. Anny Mulyani, peneliti BBSDLP.  Para peserta dilatih untuk dapat membaca data yang disajikan agar dalam pelaksanaannya di lapangan data-data sumberdaya lahan ini menjadi tepat guna.

Peserta juga memberikan saran untuk perbaikan, baik dari penyajian, konten, dan ketersediaan dan kelengkapan informasi yang dihasilkan. (NK)