Bogor, 9 April 2018. Dalam rangka meningkatkan kompetensi personil laboratorium kimia tanah, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian mengadakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Jaminan Mutu Analisis Tanah dan Pupuk. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 8 sampai dengan 15 April 2018 yang dihadiri oleh Satuan Kerja lingkup Balitbangtan yaitu Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Balai Penelitian Tanaman Industri (Balitri), Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma (Balitpalma), Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Balai Penelitian Pertanian, Lahan Rawa (Balitra), Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan), BPTP Aceh, BPTP Sumatera Utara, BPTP Sumatera Barat, BPTP Lampung, BPTP Riau, BPTP Bengkulu, BPTP Jambi, BPTP Kalimantan Timur, BPTP Sulawesi Selatan, BPTP NTT, BPTP NTB, BPTP Jawa Tengah, BPTP Yogyakarta, BPTP Jawa Timur, BPTP Maluku Utara, BPTP Sumatera Selatan, BPTP Kalimantan Barat. Selain itu beberapa institusi seperti Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Andalas, Universitas Hassanuddin serta laboratorium dari beberapa perusahaan swasta juga turut diundang dalam kegiatan ini.

Pada acara pembukaan pagi ini Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr memberikan sambutan sekaligus arahan terkait dengan kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan di Balai Penelitian Tanah, “Analisis tanah dan pupuk merupakan pekerjaan yang sangat penting di Kementerian Pertanian, hal ini berkaitan dengan intensifikasi lahan-lahan pertanian dan PATB yaitu Penambahan Luas Areal Tanam Baru yang tentu saja membutuhkan salah satu teknologi pemupukan yang sangat besar kontribusinya terhadap pertumbuhan tanaman.”

Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi, kapabilitas, dan kemampuan para analis di laboratorium dalam menganalisis tanah maupun pupuk, serta untuk meningkatkan jaminan mutu, karena output dari laboratorium merupakan data sehingga hasilnya harus akurat, tepat dan cepat. Materi yang akan disampaikan yaitu terkait metode analisis tanah dan pupuk, implementasi jaminan mutu hasil pengujian di Laboratorium tanah, kegiatan praktikum, sampai dengan evaluasi hasil pengujian dari peserta.

Selanjutnya Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), Dr. Ir. Muhammad Syakir, M.S. memberikan arahan dan membuka kegiatan pelatihan ini secara resmi. Dalam arahannya, Kepala Balitbangtan menyatakan kegiatan pelatihan ini sangat penting karena sejak beberapa tahun lalu Menteri Pertanian, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP sudah mencanangkan bahwa Indonesia memasuki era pertanian modern, sebagai salah satu langkah untuk mewujudkan kedaulatan pangan. “Salah satu karakteristik moderenisasi pertanian yaitu hampir semua tahapan dalam program di sektor pertanian harus berbasis inovasi teknologi. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk mewujudkan hasil inovasi teknologi yang memiliki presisi tinggi, oleh karena itu diperlukan SDM yang tangguh di dalam analisis laboratorium.”, ungkapnya.

Dalam menghasilkan inovasi teknologi di bidang pertanian, tidak hanya Badan Litbang Pertanian yang bertanggung jawab namun semua kepala riset perguruan tinggi maupun lembaga riset lainnya perlu berkolaborasi sehingga hasil riset sektor pertanian dapat membangun kedaulatan pangan Indonesia. (HNA)