Bogor, 16 April 2018. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Pengembangan Lahan Kering dan Rawa menuju Lumbung Pangan Dunia 2045 yang dihadiri oleh Menteri Pertanian, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, MP, Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Ir. M. Syakir, MS, Kepala BBSDLP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr, profesor riset, pejabat struktral, beserta peneliti lingkup Balitbangtan.

Kementerian Pertanian (Kementan) tengah menyiapkan pemanfaatan lahan kering dan lahan rawa yang tidak produktif untuk perluasan lahan pertanian. Ketersediaan lahan dan dukungan inovasi teknologi akan meningkatkan produksi pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia. BBSDLP beserta unit-unit kerja lingkup Balai Litbang Pertanian memiliki peran yang sangat penting dalam menyukseskan pembangunan pertanian, khususnya dalam inovasi sektor pertanian yang berorientasi pada pertanian moderen.

Pemenuhan kebutuhan pangan untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia menjelang tahun 2045 harus ditempuh dengan rencana jangka pendek dan jangka panjang. Rencana jangka pendek dilakukan dengan intensifikasi yaitu peningkatan produksi yang diperoleh dari adanya inovasi teknologi pemupukan dan budidaya serta peningkatan indeks pertanaman dengan penyediaan sumber air, sehingga lahan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin. Sedangkan untuk rencana jangka panjang adalah dengan melakukan perluasan areal baru atau ekstensifikasi lahan pertanian.

Kepala BBSDLP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr, memaparkan potensi ketersediaan lahan di Indonesia yang diklasifikasikan menjadi lahan kering dan lahan basah. Berdasarkan hasil identifikasi, total lahan rawa pasang surut yang berpotensi menjadi lahan pertanian adalah 3,5 jt hektar, sedangkan lahan rawa lebak sebesar 15 jt hektar, dan untuk lahan kering yang berpotensi untuk menjadi lahan produktif adalah 24 jt hektar. Lahan-lahan tersebut tersebar di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Lampung.

Menteri Pertanian ingin menegaskan dan mengarahkan lebih lanjut bahwa pengembangan lahan baru untuk memenuhi kebutuhan pangan dan lumbung pangan dunia harus diidentifikasi. Sehingga berdasarkan data yang sudah dipaparkan Kepala BBSDLP, pada rapat koordinasi ini Menteri Pertanian mengarahkan untuk melakukan optimalisasi 20 jt hektar lahan kering dan lahan rawa sebagai solusi permanen mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional di Indonesia. Lahan tersebut diyakini memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif sebagai sumber pertumbuhan baru produksi pertanian, “kita meletakan pondasi dari sekarang, kita siapkan untuk generasi kita ke depan. Ini bisa memberi makan 500 juta penduduk Indonesia bahkan sampai satu miliar penduduk masih aman,” paparnya.

Tidak hanya itu, strategi ini juga dianggap mampu mendukung program pengentasan kemiskinan yang menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Jokowi. Untuk itu Amran menugaskan kepada para peneliti di Badan Litbang Pertanian agar dalam waktu satu minggu ini membuat peta jalan optimalisasi lahan kering dan rawa sebagai acuan bersama dalam pengelolaan lahan tersebut di Indonesia.

Upaya mengoptimalkan potensi lahan kering dan rawa memerlukan inovasi teknologi yang spesifik, dengan memanfaatkan keunggulan komparatif suatu wilayah dan manajemen air yang tepat. Jika semua potensi yang ada berhasil dioptimalkan, Amran optimis, akan mampu meningkatkan produktivitas pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045. (HNA)

Klik di sini untuk melihat liputan selengkapnya.