Bogor (23/04/18). Dalam rangka refokusing kegiatan dan strategi diseminasi, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri oleh satuan kerja lingkup BBSDLP, yaitu Balittanah, Balitklimat, Balittra, dan Balingtan.

Refokusing yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian ditujukan untuk pengentasan kemiskinan. Program Kementan dalam tiga tahun ini secara signifikan telah menurunkan angka kemiskinan. “Hal ini adalah pencapaian yang luar biasa, oleh karena itu Menteri Pertanian melakukan refokusing di seluruh unit  di kementerian, termasuk badan litbang,” ungkap Kepala BBSDLP, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi dalam sambutannya.

Upaya refokusing dilakukan terhadap beberapa hal seperti, belanja modal, kegiatan yang belum dilaksanakan atau belum secara signifikan dilaksanakan, dan beberapa kegiatan yang tidak terlalu berkaitan dengan program utama Kementerian Pertanian. Baik sumber daya manusia, sarana prasarana, dan sumberdaya lainnya diarahkan ke program pengentasan kemiskinan.

“Strategi diseminasi sudah mulai bagus, tetapi baru terbatas beberapa gelintir yang inisiatif, masih bisa dihitung jari. Harus ada testimoni, diupayakan jangan kantor sendiri tetapi dari petani dan user,” kata Prof. Dedi.

Sebagai strategi diseminasi, para peneliti dituntut untuk dapat menyajikan informasi di media online dalam bahasa populer yang menarik dan dilengkapi dengan foto dan video yang menarik. Tulisan harusnya dibuat dalam bentuk tulisan populer yang mudah dimengerti oleh khalayak umum, utamanya dapat dilihat dari judul yang menarik.

Untuk meningkatkan kemampuan penulisan populer, peneliti dan tim diseminasi akan difasilitasi dengan pelatihan penulisan dengan narasumber wartawan Trubus. Pelatihan ini menjadi stategi diseminasi dengan memanfaatkan media online sebagai wadah untuk menyampaikan berbagai inovasi dan hasil penelitian pertanian kepada masyarakat. (NK)