Upaya peningkatan produksi padi dilakukan antara lain dengan penanaman padi gogo di lahan areal-areal lahan kering yang populer dengan upaya peningkatan areal tanam baru (PATB). Areal ini bisa berupa lahan kering, lahan sawah bera, lahan rawa, ataupun lahan di bawah naungan, seperi lahan dibawah kebun kelapa, atau kelapa sawit muda.

Menindaklanjuti upaya ini, para petani di Kabupaten Parigi Moutong mulai menanam padi gogo. Padi gogo varietas Mikongga hari ini (8/8/2018) telah ditanam pada lahan PATB seluas 25 ha, yang berada di Desa Matolele, Kec. Parigi Tengah.

"Ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi kemarin (7/8/2018) di Palu dimana lahan PATB untuk mulai ditanami padi gogo", demikian ungkap Ir. Mas Teddy Sutriadi MS, Penjab UPSUS Kab Parimo.

Ir. Teddy yang juga Kepala Bidang Program dan Evaluasi BBSDLP juga menyatakan bahwa upaya peningkatan produksi bisa di tempuh melalui tanam padi gogo selain padi sawah. Juga, Teddy menambahkan bahwa BBSDLP sebagai bagian Badan Litbang Pertanian terus menerus mendukung berupa aplikasi teknologi pengelolaan lahan kering yang dikombinasikqn varietas padi gogo yang jugq dikembangkan Badan Litbang Pertanian seperti varietas Mikongga.

Saefuddin salah seorang pemuka petani setempat mengemukakan bahwa pada tahun 70an, petani desa Matolele sudah menanam padi ladang dengan varietas lokal, tetapi hasilnya makin menurun, sehingfa pada tahun 1979 petani terakhir kali menanam padi ladang. Para petani sangat berharap pertanaman padi gogo ini dapat berhasil dan dapat menggairahkan untuk menanam padi gogo kembali seperti yang sudah mereka lakukan puluhan tahun yang lalu

Selanjutnya akan dilaksanakan gertam di desa Dusunan Barat, Kec Tinombo dengan luasan 120 ha. Untuk seluruh Kab Parimo, lahan PATB yang akan di tanami padi gogo adalah 453 ha.

Seperti diberitakan sebelumnya, rapat koordinasi upaya khusus peningkatab LTT padi, jagung, dan kedelai telah dilaksanakan di Palu tanggal 7 Agustus 2018. Rakord ini membahas antara lain target capaian luas tanam PATB untuk padi gogo.(yy)