Sebagai tindak lanjut arahan Dirjen Tanaman dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Luas Tambah Tanam (LTT) Padi, Jagung, dan Kedele Prov Sulteng, Dinas Pertanian Kabupaten Toli Toli telah melaksanakan Rakor LTT Pajala Kabupaten Toli Toli yang menghadirkan Kepala UPTD, kordinator penyuluh, penyuluh pertanian dan mantri tani kecamatan, penangkar Benih. Hadir pula dalam rakor tersebut Pasiter Kab Toli Toli dan penanggung jawab upsus kabupaten Toli Toli. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Rustan, SP. MP dalam sambutannya mengemukakan bahwa Kabupaten Toli Toli siap merealisasikan target LTT bulan Agustus 2.809 ha yang telah disepakati di Rakor LTT Pajale di Palu. Selanjutnya Rustan, SP, MP juga menyatakan bahwa semua potensi yang ada di Kabupaten Toli Toli akan diupayakan sebesar-besarnya seperti alsintan, pompa air, dan pengadaan benih sesuai waktu untuk meningkatkan LTT terutama pada lahan perluasan areal tanam baru (PATB). Selain itu juga pemantauan secara berkala dan intensif akan dilakukan untuk mengawal pencapaian target LTT dengan membentuk tim monitoring di Dinas TP dan Horti.

Mas Teddy Sutriadi Penanggungjawab Upsus Kab Toli Toli, yang juga Kepala Bidang Program dan Evaluasi BBSDLP menyampaikan bahwa ada 3 hal yang harus dilaksanakan oleh tim upsus kab yaitu perbaikan pengelolaan data LTT, pemanfaatan lahan PATB, dan strategi pencapaian target LTT yang telah disepakati. Berdasarkan prakiraan curah hujan, wilayah Sulteng termasuk wilayah yang masih berpotensi untuk dilakujan penanaman padi, baik padi di lahan sawah maupun lahan kering/ladang. Juga disampaikan kerja keras, kerja bersama semua pihak dan saling bahu membahu sangat diperlukan dalam pencapaian target yang telah ditetapkan.

"Dukungan TNI melalui Babinsa siap turun bersama penyuluh ke lahan-lahan petani" ungkap Kapten Roy.

Selanjutnya dilakukan peninjauan lapang ke lahan sawah di Kec Galang, yang telah memanfaatkan air tanah sumur dangkal dengan pompa air. Dengan cara ini petani mampu mengairi sawah dalam waktu 2 jam. Lokasi yang menerapkan pompa baru 10 ha dari potensi 300 ha. Kekurangan air di sawah irigasi ini diakibatkan adanya penutupan saluran irigasi karena pengerjaan rehabilitasi saluran oleh Kemen PUTR. (ts)