Bogor, 13 Agustus 2018. Tim dari International Rice Research Institute (IRRI) yang diwakili oleh Dr. Hayashi, Dr. Orden, Ms. Lizzida Llorca, dan Iris Bugayong mengunjungi Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) dalam rangka audiensi mengenai sistem bernama “WeRise”, Wather-Rice-Nutrient integrated Decision Support System. Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala BBSDLP, Prof. Dr. Ir Dedi Nursyamsi, M. Agr, Kepala Balitklimat Dr. Ir. Harmanto, M. Eng, tim peneliti Balitklimat, tim peneliti Balittanah, dan tim dari BMKG.

WeRise adalah sebuah sistem pendukung keputusan yang mengintegrasikan peramalan cuaca, model pertumbuhan tanaman dan alat manajemen nutrisi (pemupukan). Sistem ini dikembangkan oleh Climate Change Adaptation in Rainfed Areas (CCARA) di bawah proyek penelitian kolaborasi antara IRRI dan Jepang. Dr. Hayashi mempresentasikan mengenai latar belakang metode dan cara kerja dari sistem “WeRise” yang masih menunggu tanggal launching. “WeRise memberikan informasi cuaca musiman bagi petani seperti awal dan akhir musim hujan serta distribusi hujan selama musim tanam. Sistem ini juga dapat memberikan saran sebagai alat bantu pengambil keputusan bagi petani ketika menabur dan mencangkok tanaman, varietas apa yang tepat, dan bagaimana mengaplikasikan pupuk dan input lain secara efisien.”

Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi sangat mengapresiasi tujuan dari kerjasama ini dan akan menindaklanjuti apabila sudah ditemukan kesepakatan bersama, “Sistem ini dapat mendukung dan memperkuat konten KATAM (Kalender Tanam) karena memiliki dasar sistem yang sama, tetapi terdapat perbedaan yaitu pada cakupan areanya, WeRise hanya terfokus pada area sawah tadah hujan, sedangkan KATAM memiliki beberapa fokus cakupan area”. Dedi juga menegaskan kerjasama yang akan dilaksanakan ini dapat menjadi wadah dalam berbagi informasi dan dapat saling menguatkan. Tindaklanjut dari pertemuan ini akan langsung ditangani oleh Kepala Balitklimat dan tim peneliti untuk berdiskusi lebih mendalam dengan tim IRRI membahas sistem yang dapat dikembangkan antara WeRise dan KATAM agar dapat mencapai persetujuan kerjasama kedua belah pihak. (HNA)