Morowali (15/8/2018). Rapat koordinasi sekaligus silaturahmi tim upsus Pajala Kabupaten Morowali ini dilaksanakan hari ini (15 Agustus) bertempat di Kantor BPP Witaponda, Kec. Witaponda, Kab. Morowali. Hadir dalam rakor ini Penanggung Jawab UPSUS Pajala Provinsi Sulawesi Tengah (Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, MAgr), Penanggung Jawab UPSUS Pajala Kabupaten Banggai, Bangkai Kepuluaun, Morowali, Morowali Utara (Dr. Yiyi Sulaeman), Kepala Dinas Pertanian Morowali (Ir. Andi Arman), Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan (Syamsul), Kepala BPP, dan para penyuluh di wilayah Kecamatan Witaponda dan Bumiraya. Kecamatan Witaponda dan Bumiraya merupakan sentra produksi pertanian di Kab. Morowali

Dalam sambutannya, Penanggungjawab UPSUS Pajala Sulawesi Tengah, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, MAgr menekankan pentingnya pengelolaan data dan pelaporan data luas tanam. "Adalah penting bagi Bapak dan Ibu untuk mencatat dan melaporkan luas tanam harian. Bahkan, itu menjadi tolak ukur kinerja Bapak dan Ibu ", ungkap Dr. Dedi yang juga menjabat sebagai Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP).

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian tengah berupaya khusus meningkatkan produksi Pajala dan upaya itu dimonitor melalui peningkatan luas tanam.

Kepala Dinas Pertanian Morowali, Ir. Andi Arman, menyatakan bahwa potensi lahan kering untuk tanam pajala tergolong luas. "Memang benar lahan kering kami tergolong luas dan semua berpotensi untuk ditanami pajala. Untuk itu kita mendorong pemanfaatan alsintan sehubungan dengan tenaga kerja yang terbatas. " ungkapnya. Arman juga menyampaikan bahwa sebagian petani lebih memilih berkerja di tambang daripada mengolah lahan.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Tanaman Pangan melaporkan bahwa per 15 Agustus areal tanam padi seluas 1.018 ha dari target bulan Agustus seluas 2.678 ha. "Kami berupaya keras agar target ini tercapai melalui berbagai usaha termasuk manajemen pelaporan", ungkap Syamsul.

Acara rakord ini berjalan dengan penuh kekeluargaan dan membahas tantangan-tantangan serta strategi pemecahannya sesuai dengan kondisi wilayah setempat. (yy)