Bogor. 20/8/18. Sebanyak 9 orang mahasiwa dari 2 univeristas ternama nasional memperdalam ilmu pemetaan tanah secara digital di Lab IGAS, BBSDLP. Lab IGAS (Laboratorium Informasi Geospasial dan Analisis System) adalah lab di bawah Badan Litbang Pertanian dengan 3 bidang kajian yaitu informasi geospasial, analisis sistem, dan sistem informasi. Dengan dukung para ahli di bidangnya, Lab IGAS menjadi tempat yang potensial untuk mendalami sisi teori dan praktik tentang informasi geospasial, analisis sistem, dan sistem informasi.

Pemanfaatan IT dalam kegiatan pemetaan semakin meningkat sejak tahun 2000. Adanya citra satelit yang semakin detil, ditambah digital elevation model, yang kemudian dikombinasikan dengan aplikasi SAGA GIS dan Q GIS sebagai aplikasi SIG open source, SPKL, dan aplikasi pemodelan dapat mempercepat proses pemetaan tanah.

Lab IGAS menerima mahasiswa dan siswa magang atau PKL setiap tahun. "Ini adalah sumbangsih kami (BBSDLP) dalam upaya mencerdaskan anak bangsa khususnya terkait pemetaan. Ini baru sebagian kecil dari aplikasi yang dilatihkan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan. Kami juga melayani magang untuk studi lanjutan khususnya mahasiswa S2 dan S3", ungkap Dr. Yiyi Sulaeman, MSc, Ketua Harian Lab IGAS.

Mahasiswa MSDL, Agrotek, Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Desain, Pemodelan adalah pelanggan IGAS saat ini. "Di kami (IGAS) ada kemampuan dasar yang perlu diketahui, yaitu keterampilan SAGA GIS, SPKL dan QGIS atau software GIS lainya. Namun itupun disesuaikan dengan bidang kelimuan dari masing-masing mahasiswa", imbuh Nunik Rachmadianti, SP, salah satu pembimbing lapang dan anggota tim tutor.

Pada tahun ini sedikitnya 9 mahasiswa mendalami ilmunya di IGAS. Ini terdiri dari 5 mahasiswa dari Universitas Jenderal Sudirman Purwokerto, dan 4 mahasiswa dari Univeristas Brawidjaya Malang. Ada juga 3 mahasiswa baru masuk dari Institute Pertanian Bogor.

Selain menerima mahasiswa, IGAS juga menerima siswa siswi PKL khususnya yang mendalami sistem informasi dan teknologi informasi.(fh).