Menteri pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman mengistilahkan lahan rawa dengan mars dan bulan, "kita tidak perlu tanami mars atau bulan kita tanami saja rawa Kalimantan yang jelas jelas masih bumi dan sudah terbukti menghasilkan" ujarnya dengan optimis.

Hal itu karena sebelumnya Amran melihat jagung lahan rawa yang menurut Kepala BPS Kota Banjarbaru memiliki produktivitas lebih 20 t/ha berat kering panen. Amran meyakini produksi tersebut masih bisa ditingkatkan hingga 25 bahkan 30 t/ha. Hal itu disampaikan Amran dalam peringatan Pekan Pertanian Rawa Nasional kedua (PPRN II) di Balittra Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 17 Oktober 2018.

Pekan Pertanian Rawa Nasional kedua di Banjarbaru dihadiri 1000 peserta terdiri dari petani, pelajar, akademisi, peneliti, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, para pengambil keputusan, dan masyarakat umum.
Peringatan pekan pertanian rawa nasional diperingati dengan peresmian Taman Sains Pertanian (TSP) Lahan Rawa seluas 39 hektar yang berada di Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa, Banjarbaru.

Peresmian TSP dilaksanakan sebagai bukti kesiapan Kementerian Pertanian khususnya Badan Litbang Pertanian dalam memberikan dukungan inovasi, teknologi optimalisasi, peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di lahan rawa.
Amran berharap TSP lahan rawa menjadi percontohan sistem pertanian rawa di Kalimantan bahkan untuk daerah lain di Indonesia yang memiliki lahan rawa belum termanfaatkan secara optimal.

Menurut data Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian luas lahan rawa seluruh Indonesia sekitar 34,1 juta hektar yang tersebar di 300 kab/kota dari Sumatera hingga Papua dengan potensi pemanfaatan pertanian yang cukup besar salah satunya dibuktikan dengan produksi jagung di atas yang mampu mencapai 20-22 ton per hektar.

Drs. H. Abdul Haris Maki, Sekretaris daerah provinsi Kalimantan Selatan, mengatakan luas lahan rawa Kalimantan Selatan sekitar 900 ribu hektar dimana sekitar 700 sampai 800 ribu hektar berpotensi untuk pengembangan pertanian. “Anjir Tambang dan Anjir Serapah merupakan daerah rawa yang menjadi sentra produksi padi, bahkan beberapa lokasi trasnmigrasi di Kalimantan Selatan dibangun di atas rawa dan mampu menjadi kota kota baru yang berkembang pesat hingga saat ini” ujar Haris. Kalimantan Selatan merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan produksi padi mencapai 2,45 juta ton dan dengan dibukanya lahan rawa di Jejangkit maka produksi padi dapat bertambah sekitar 30 ribu ton. Kata Haris.

Dalam wawancara, Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian mengatakan "Pengembangkan sarana prasarana serta teknologi pengelolaan lahan rawa oleh Kementerian Pertanian khususnya Badan Litbang Pertanian menjadi alasan lahan rawa dapat mendukung produksi pangan nasional saat ini dan di masa mendatang" (LR).