Sukabumi. 4 Juli 2019. Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Kementerian Pertanian mengadakan Pertemuan Bakohumas bertajuk “Bio Diesel B100 Sebagai Alternatif Bahan Bakar Masa Depan”. Kegiatan Bakohumas yang dihadiri oleh Humas dari berbagai instansi pemerintah tersebut merupakan bentuk sinergitas antar Humas dalam memberikan informasi tentang pelaksanaan dan pencapaian kinerja masing-masing instansi.

Plt. Sekeretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Momon Rusmono menjelaskan bahwa bahan bakar alternatif Bio Diesel B100 merupakan sebuah inovasi yang dihasilkan dari bahan alami terbarukan seperti minyak nabati dan hewani. Bio Diesel B100 juga dinilai sangat efisien karena untuk satu liter B100 dapat menempuh perjalanan hingga 13,4 km, sementara satu liter solar hanya mampu menempuh 9 km. Manfaat lain, B100 termasuk energi ramah lingkungan karena kandungan karbon monoksida (CO) lebih rendah 48% disbanding solar.

Bio Diesel B100 yang berhasil dikembangkan oleh Kementerian Pertanian ini berasal dari CPO (Crude Palm Oil atau kelapa sawit). Sehingga, B100 juga berpengaruh positif terhadap kesejahteraan petani sawit, karena sawit Indonesia merupakan penyumbang devisa terbesar di Indonesia. Pemilihan CPO menjadi yang utama sebagai bahan Bio Diesel B100 dikarenakan penggunaan CPO yang terbaik sampai saat ini. Pasalnya, dilihat dari skala jumlah industri sawit yang sudah siap dan juga pasokan yang melimpah.

Di tempat yang sama, Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Kominfo, Bambang Gunawan yang mewakili Ketua Umum Bakohumas menyebutkan bahwa penggunaan Bio Diesel B100 dapat berpengaruh pada kondisi ekonomi secara nasional. Hal ini disebabkan bahwa harga Bio Diesel B100 40% lebih murah, sehingga penggunaan B100 berpotensi meghemat devisa sebesar 26,66 truliun rupiah.

Bio Diesel B100 memiliki prospek untuk memecahkan masalah terkait pengembangan industri kelapa sawit, penyejahteraan petani dan penyediaan energi terbarukan. (AR)