Bogor, 24 Juli 2019. Perjalanan laut selama 2 jam dari Pulau Batam dilalui oleh tim peneliti Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) yang dikoordinir oleh Ir. Rudi Eko, M.Sc untuk melakukan kegiatan pemetaan tanah semidetail skala 1:25.000 di wilayah perbatasan. Pulau Kundur termasuk ke dalam wilayah kabupaten Karimun, yang merupakan salah satu dari 26 kabupaten di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Kegiatan survey tanah di Pulau Kundur dilakukan untuk mengetahui penyebaran jenis tanah dan mendeskripsikan karakteristiknya sehingga dapat diketahui potensi wilayah untuk berbagai alternatif penggunaan tanah atau lahan. Kegiatan ini meliputi deskripsi tanah dengan pengamatan profil maupun pengeboran, pengamatan relief dan elevasi, serta pengambilan sampel tanah untuk analisis kimia dan mineral tanah di laboratorium.

Pulau Kundur terbagi menjadi empat kecamatan, yakni Kecamatan Kundur, Kundur Utara, Kundur Barat, dan Kecamatan Ungar. Berdasarkan hasil survey, klasifikasi tanah yang ditemukan di Pulau Kundur adalah Typic Dystrudepts, Typic Hapludults, Typic Endoaquepts, Typic Haplohemists, Sapric Haplohemists, Typic Haplosaprists, dan Sulfic Endoaquepts. Tanah tersebut terdapat pada bentuk landform Volkan, Gambut, Marin, dan Aluvial.

Tanah gambut di Pulau Kundur memiliki ketebalan gambut bervariasi, dari yang dangkal (55 cm) hingga sangat dalam (di atas 500 cm). Daerah dengan ketebalan gambut dangkal dapat dtemukan di Desa Sungai Sebesi Kecamatan Kundur, sedangkan daerah dengan ketebalan gambut dalam dapat ditemukan di Desa Parit Senggarang Kecamatan Kundur Utara.

Seluas 278 Ha lahan yang berada pada landform Alluvial di wilayah Kundur Utara merupakan lahan sawah dengan IP 100. Petani menanam padi varietas Batang Pariaman yang hasilnya masih dikonsumsi sendiri oleh petani. Ada potensi lahan bila terdapat informasi pengelolaan lahan sawah dan permasalahan ketersediaan air diatasi di wilayah tersebut, apalagi sudah ada bantuan pemerintah dalam bentuk penggilingan padi berskala bioindustri di Kecamatan Kundur Utara yang diinisiasi oleh Litbang Kementerian Pertanian.

Dilakukannya pemetaan tanah ini dapat menjadi jalan perintis untuk mendukung perencanaan pembangunan pertanian di daerah perbatasan serta diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi pengelolaan lahan dilihat dari entitas tanah yang telah dipetakan. Masing-masing jenis tanah memiliki variasi yang berbeda dan mempunyai potensi yang besar bila penggunaannya disesuaikan dengan karakteristiknya. (GS/ON).