Bogor, 26 Juli 2019. Bidang Program dan Evaluasi BBSDLP melaksanakan tindaklanjut evaluasi proposal lingkup BBSDLP TA. 2020. Setelah sebelumnya telah dilakukan evaluasi proposal secara online oleh para evaluator. Tindaklanjut evaluasi proposal dilakukan secara roadshow untuk satker lingkup BBSDLP di Bogor, Banjarbaru, dan Jakenan. Kegiatan ini dihadiri oleh evaluator dan penanggungjawab kegiatan, serta peneliti di masing-masing satker lingkup BBSDLP.

Kepala BBSDLP, Dr. Husnain, dalam pembukaannya pada tindaklanjut evaluasi proposal di Bogor pada 8 Juli 2019 memaparkan bahwa saat ini kita sudah memasuki era Prioritas Riset Nasional (PRN). Terdapat flagship yang dibagi-bagi ke instansi dan perguruan tinggi. Terkait dengan BBSDLP yang dukungannya adalah bidang keilmuan, tidak menjadi leader di salah satu flagship tetapi kita masuk mendukung kedalam flagship komoditas. Untuk kegiatan TA. 2020 perlu digali kembali apa yang diperlukan puslit komoditas dan PRN, sehingga kegiatan kita dapat mengakomodir kebutuhan tersebut.

Sehari setelahnya dilakukan tindaklanjut evaluasi proposal di Balittra, Banjabaru, dalam pembukaannya pada 9 Juli 2019, Kepala Balittra, Ir. Hendri Sosiawan, CESA memaparkan terkait “Program Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) 2020-2024”. Pengelolaan lahan rawa yang baik dapat meningkatkan produktivitas dan produksi pangan, dapat meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk pertanian, dapat mengembangkan ekonomi dari hasil konservasi dan perlindungan SDA dan LH (keanekaragaman hayati), serta menerapkan sistem budidaya yang ramah lingkungan. Kedepannya pengelolaan lahan rawa harus menerapkan sistem akselerasi penelitian dan pengembangan di lahan rawa, menerapkan sistem pertanian 4.0 (“Precision Smart Farming System”), serta pengelolaan lahan rawa kedepannya harus secara integratif, holistik, dan partisipatif.

Pada 11 Juli 2019 di Jakenan, Kepala Balingtan, Ir. Mas Teddy Sutriadi, M.Si menyampaikan harapannya agar dengan evaluasi proposal ini, proposal-proposal yang diajukan biSa lebih berkualitas dan benar-benar biSa dilaksanakan. Lebih jauh beliau berharap agar para peneliti dapat mencamkan apa-apa yang harus dipenuhi dalam penyusunan proposal yang lebih berkualitas. Beliau mendukung sepenuhnya terhadap kegiatan ini yang merupakan bagian dari siklus perencanaan.

Dr. Popi Redjekiningrum menyampaikan sekilas mengenai Prioritas Riset. Dalam penyampaiannya, beliau mengatakan bahwa kedepannya (tahun 2020-2024) kegiatan penelitian Badan Litbang Pertanian akan bersifat corporate programme. Mulai tahun 2020, penganggarannya 70% merupakan kegiatan yang masuk ke dalam PRN (Prioritas Riset Nasional) atau Flagship di Badan Litbang Pertanian sedangkan 30% lagi merupakan kegiatan in-house di masing-masing satker.

Setelah pembukaan dan arahan dari setiap Kepala Satker, dilaksanakan diskusi tatap muka antar evaluator dan penanggungjawab kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki proposal TA. 2020 agar lebih baik dan mendukung program strategis Balitbangtan dan Kementan.