Banjar, Kalimantan Selatan 29 Juli 2019. Kementerian pertanian terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para petani salah satunya melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani atau yang dikenal dengan program #SERASI. Program #SERASI direncanakan akan dilaksanakan di tiga provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan. Tidak tanggung-tanggung, Kementan menargetkan untuk mengoptimalkan lahan pertanian di lahan rawa seluas 500.000 ha melalui program #SERASI 2019. Lahan rawa tersebut terdiri atas lahan rawa pasang surut dan lahan rawa lebak. Program #SERASI pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan IP padi dan meningkatkan provitas sehingga kesejahteraan petani dapat meningkat.

Badan Litbang Pertanian turut mendukung program ini dengan membentuk tim pendampingan dalam rangka mengawal program #SERASI di Kalimantan Selatan. Sebanyak 27 orang tim pendamping tersebar di tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Tanah laut.

Kecamatan Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar merupakan salah satu kecamatan yang menjalankan program #SERASI tahun ini. Semula diusulkan sebanyak dua belas desa untuk mengikuti program ini dengan total luas lahan 4.802 ha. Namun dengan alasan aksesibilitas dan penguasaan lahan, ditetapkan 4 desa yang akan menjalankan program ini dengan total luas lahan 1.253 ha.

Langkah pertama dalam pelaksanaan program #SERASI ini adalah sosialisasi dan penentuan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Setelah CPCL ditentukan, dilakukan pengecekan untuk memastikan bahwa pada lahan yang diusulkan terdapat petani yang memiliki lahan yang siap untuk melaksanakan program ini. Setelah itu dilakukan Survei Investigasi dan Desain pada lahan yang diusulkan. Kemudian dibentuklah Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan yang nantinya akan mengkoordinir pelaksanaan program ini di tingkat desa. Seluruh tahapan tersebut melibatkan tim pendamping dari Kementan, Dinas TPH provinsi dan kabupaten, mantri tani, penyuluh, serta Gapoktan/Poktan.

Kondisi pertanian lahan rawa di Kecamatan Sungai Tabuk saat ini didominasi oleh tanaman padi varietas lokal yang berumur panjang, sehingga petani hanya dapat menanam sekali dalam setahun. Petani juga mengeluhkan tingginya air pasang terutama pada musim penghujan, dan kekurangan air pada saat musim kemarau pada beberapa lokasi. Melalui program #SERASI ini, diusulkan pembuatan dan revitalisasi tanggul, peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) rehabilitasi dan pembangunan pintu air, rehabilitasi dan pembangunan saluran air, pompanisasi, pembuatan gorong-gorong, serta pengolahan tanah pra-tanam. Dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut diharapkan dapat mengantisipasi tingginya air saat musim penghujan dan menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Kepala BPP Kecamatan Sungai Tabuk, Bapak H. M. Yazidi menyampaikan besar harapannya pada program #SERASI 2019. “Saya sangat mendukung program #SERASI ini karena saya nilai ini sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya petani. Program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan petani, harus kita dukung dan sukseskan.”. Saat ini program #SERASI di Kecamatan Sungai Tabuk masih dalam proses pemberkasan dan direncanakan akan dimulai pengerjaan fisik pada bulan Agustus atau September. Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang baik dalam program ini didukung sinergisitas dari Kementan dan Dinas TPH setempat, diharapkan program dapat berjalan lancar dan tujuan utama untuk peningkatan kesejahteraan petani dapat terwujud. (GIN).