Banjarbaru, 1 Agustus 2019. Kementan tetap fokus pada pengembangan pertanian di lahan rawa. Melalui program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), Badan Litbang Pertanian telah melakukan berbagai langkah strategis antara lain dengan melakukan kegiatan Demfarm (demonstrasi farming) yang di dalamnya melibatkan petugas pendamping yang ditempatkan di lapangan.

Salah satu hal yang dilakukan dalam mendorong upaya keberhasilan program SERASI adalah melakukan penyusunan petunjuk teknis (juknis) yang berfungsi sebagai panduan bagi para petugas lapang. Kegiataan “Sosialisasi Petunjuk Teknis Penelitian dan Pengembangan Demonstrasi Farm Program #SERASI di Kalimantan Selatan” diselenggarakan di Banjarbaru, 1 Agustus 2019.

Pada kesempatan tersebut Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertnian, Dr. Husnain, MSc., menyampaikan arahannya terkait program SERASI. Husnain menyampaikan  penghargraan dan ucapakan terima kasih kepada Pemda Kalsel dan Sumsel yang selama ini telah mendukung sepenuhnya pelaksanaan program ini. Program SERASI merupakan ujung tombak dan menempati prioritas yang tinggi pada program Kementerian Pertanian.

“SERASI merupakan ujung tombak dan menempati prioritas yang tinggi program Kementan,” papar Husnain.

Saat ini Kementerian Pertanian menurunkan 27 orang tenaga pendamping program SERASI di Kalimantan selatan, yang menyebar di 7 kecamatan dan 23 orang yang ditempatkan di Kab. OKI, Musi Banyuasin, Banyuasin, Prov. Sumsel.

Terhadap petugas pendamping lapang secara khusus Husnain berpesan, keberadaan mereka sangatlah penting, namun demikian penugasan yang diberikan hendaknya dijadikan sebagai media pembelajaran dan ajang menggali pengalaman lapang sebaik-baiknya.

Sementara itu Prof. Irsal Las dalam pembingkaian acara tersebut menuturkan, bila Kementerian Pertanian berhasil dalam pengembangan rawa khususnya di Kalimantan, maka target lumbung pangan dunia 2045 akan dapat dicapai.

Menurut Irsal keberhasilan sebuah Demfarm dicirikan oleh kelompok tani yang mencontoh teknologi pada denfarm dengan motto “learning by doing and learning by seeing” (belajar melalui bekerja dan belajar dengan melihat”), pemberdayaan petani melalui penerapan langsung (lapang) teknologi rekomendasi. Irsal menekankan, upaya fasilitasi pembelajaran bagi kelompok tani melalui penerapan teknologi yang sudah teruji agar mereka mampu menggunakan potensi yang dimilikinya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas padi.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi (BPTP) Kalsel, Dr. M. Yasin, dalam arahannya menyampaikan bahwa penempatan setiap petugas lapang merupakan penugasan yang diberikan oleh negara melalui Kementerian Pertanian, khususnya Badan Litbang Pertanian. Oleh karena itu setiap pegawai hendaknya selalu siap menerima penugasan yang diberikan oleh negara, tandas Yasin.

Pada kesempatan berbeda Kepala Balai Penelitian Lahan Rawa, Ir. Hendri Sosiawan, CESA mengungkapkan lahan yang dijadikan lokasi demfarm saat ini seluas 68 Ha yang berada di kecamatan Jejangkit, Kab. Batola.  Henri juga menuturkan, bahwa mulai bulan Agustus 2019 para petugas akan dipusatkan di lokasi denfarm Jejangkit.

Penyusunan Juknis diirasakan sangat penting, hal tersebut sebagai upaya mendorong percepatan dan keberhasilan pengembangan lahan rawa yang saat ini difokuskan di Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan. Kegiatan sosialisasi dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke lokasi denfarm Jejangkit yang melibatkan semua petugas lapang dan nara sumber. Inilah salah satu upaya “Menserasikan Program #SERASI”. (SB/Agus/2019)