Bogor, 5 Agustus 2019. Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) merupakan program Kabinet Indonesia Berkerja. Untuk mendukung program tersebut Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian cq. Balai Besar Litbang Sumberdaya Pertanian (BBSDLP) telah melaksanakan Identifikasi Sebaran Lahan Gambut Skala 1:50.000.

Salah satu lokasi dari kegiatan tersebut berada di Provinsi Kalimantan Timur, yaitu di Kabupaten Kutai Kertanegara. Kabupaten dengan sejarah panjangnya bersama kerajaan Kutai memiliki beberapa wilayah yang di dalamnya terdapat lahan gambut, salah satunya adalah Desa Muara Siran di Kecamatan Muara Kaman. Desa yang berada di tepian Sungai Siran yang merupakan anak Sungai Mahakam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari lahan gambut.

Lahan gambut merupakan anugerah bagi warga setempat. Berbagai satwa jenis ikan dan burung merupakan kekayaan alam yang hidup di dalamnya merupakan matapencaharian utama masyarakat Kecamatan Muara Kaman. Mereka menangkap ikan dan beternak burung walet. Sungai yang memiliki hulu di Danau Siran merupakan jalur utama transportasi masyarakat setempat.

Kebakaran lahan gambut yang pernah terjadi membuat masyarakat sadar akan pentingnya menjaga hutan dan lahan gambut di wilayah ini. Kebakaran hutan, selain polusi udara, populasi ikan dan burung walet turun drastis.

Tim survei BBSDLP yang di dikoordinir oleh Ahi Peneliti Utama Dr. Sukarman, MS yang sedang melakukan verifikasi lahan gambut di wilayah ini pada bulan juli yang lalu mendapatkan dukungan dari aparat dan masyarakat setempat. Agus, salah satu tokoh setempat sangat setuju dengan adanya kegiatan ini sebagai bentuk updating kondisi lahan gambut di wilayahnya.

“Perlu penelitian yang berkelanjutan guna menjaga ekosistem gambut di desa kami, khususnya wilayah Danau Siran, mengingat kedalaman gambut disini bervariasi dari dangkal hingga sangat dalam," ungkap Agus. (km/dk/ga/do/ya)