Toko Tani Indonesia Centre, Bogor 9 Agustus 2019. Kementerian Pertanian melalui Badan Ketahanan Pangan menyelenggarakan Operasi Pasar untuk mengendalikan harga cabai di Kota Bogor. Acara ini dibuka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) , Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng dan dihadiri oleh Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim, Sekretaris Badan Ketahan Pangan, Kepala Puslitbangbun, Kepala Pusat Keanekaraman Konsumsi dan Keamanan Pangan, dan pejabat Dinas Pertanian Kota Bogor. Kepala BKP menuturkan bahwa saat ini keseluruhannya ada 1.000 Toko Tani Indonesia yang diharapkan dapat mengendalikan harga pangan. Kegiatan operasi pasar yang dilakukan sekarang adalah untuk mengendalikan harga cabai sudah mencapai harga Rp 60.000-70.000 per kilonya di pasar, sedangkan di toko tani Rp 35.000-40.000 per kilo. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembagian 1.000 bibit cabai kepada masyarakat yang hadir. Pembukaan Operasi Pasar dilakukan dengan melakukan pelepasan 4 unit kendaraan Pangan Murah yang dilakukan oleh Kepala BKP dan Wakil Wali Kota Bogor. Keempat kendaraan tersebut akan menuju empat kecamatan di Bogor, yaitu Bogor Tengah, Bogor Barat, Bogor Selatan, dan Bogor Utara. Wakil Walikota menyatakan bahwa inflasi tertinggi di Bogor salah satunya disebabkan oleh harga cabai merah yang tinggi, selain cabai keriting dan bawang putih. (LQ)