Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani #SERASI adalah upaya Kementerian pertanian untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia dengan cara mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa melalui peningkatan provitas dan IP padi sehingga kesejahteraan petani juga meningkat. Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi yang menjadi target program #SERASI dengan luas lahan rawa sebesar 250.000 ha. Lahan rawa tersebut terdiri atas lahan rawa pasang surut dan rawa lebak yang tersebar di 3 kabupaten, diantaranya Banyuasin (150.000 ha), Ogan Komering Ilir (65.000 ha), dan Musi Banyuasin (35.000 ha).

Badan Litbang Pertanian turut mendukung program ini dengan mengirimkan tim pendamping untuk mengawal program #SERASI di Provinsi Sumatera Selatan. Sebanyak 23 orang tim pendamping disebar di masing-masing kecamatan di 3 kabupaten yang terlibat dalam program ini.

Langkah pertama dalam pelaksanaan program #SERASI ini adalah penentuan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL). Hari Rabu (17/07/2017) Tim pendamping program #SERASI di Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir melakukan pengecekan CPCL di Desa Belanti didampingi oleh pengurus kelompok tani (Poktan) dan penyuluh pertanian lapang (PPL). Pengecekan CPCL ini dilakukan untuk memastikan lokasi yang diusulkan untuk program #SERASI benar-benar ada, yakni berupa lahan rawa serta petani yang memiliki lahan tersebut siap untuk mendukung program ini.

Perjalanan menuju lokasi dilakukan dengan menggunakan ketek (perahu kecil) selama 30 menit menyusuri Sungai Ulak Au dan anak sungai di pinggir lahan rawa lebak. Kendaraan air seperti ketek ini merupakan satu-satunya akses menuju lahan rawa lebak, calon lokasi program #SERASI.

Desa Belanti adalah salah satu desa yang diusulkan untuk mengikuti program serasi pada tahap II. Sebelumnya pada tahap I di Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kab. OKI telah diusulkan 8 desa untuk mengikuti program ini dengan lahan rawa seluas 1.893 ha. Lahan rawa yang diusulkan di Desa Belanti terdiri dari lahan rawa lebak tengahan dan rawa lebak dalam seluas 1.033 ha. Saat ini, sebagian kecil lahan tersebut sudah mulai menanam padi. Sementara sebagian besar lainnya belum tanam karena air belum juga surut. Kurangnya infrastruktur seperti saluran dan pintu air di desa ini menyebabkan petani tidak dapat mengendalikan air untuk menanam padi. Saat ini, petani di lokasi tersebut hanya dapat menanam padi 1x setahun, bahkan ada petani yang belum bisa menanam padi sejak setahun lalu.

Melalui program #SERASI ini, petani melalui Poktan dan arahan PPL mengusulkan pembuatan sodetan dan pintu air. Sodetan dan pintu air yang akan dibuat bertujuan untuk membuang air di lahan sawah pada musim hujan sekaligus menjaga air tetap di lahan pada musim kemarau.

Besar harapan petani kepada Kementerian Pertanian melalui program #SERASI ini. Hal ini disampaikan oleh Bapak Herdini, Ketua Poktan Lebung Pinang 2, Desa Belanti, "Kami sangat berharap terhadap program (#SERASI) ini agar betul-betul terlaksana. Kami disini cuma ingin menanam, karena lebih dari 90% penduduk di desa ini adalah petani. Saat lahan sawah kami banjir, kami tidak bisa menanam. Dengan adanya pintu air dan sodetan nanti, kami yakin air akan segera surut dan Kami bisa menanam lagi".

Seperti nama program ini (Selamatkan rawa sejahterakan petani), pemerintah berharap melalui program ini kesejahteraan petani meningkat. Kementerian pertanian melalui kerjasama dengan dinas pertanian kabupaten terus berupaya agar program ini terlaksana dengan baik dan berhasil. (RQ)