Bogor, 19 Agustus 2019.  Tim Pemetaan Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) yang dikoordinir oleh Wahyu Supriatna S.Pd, M.Si melakukan survei dan pemetaan lahan gambut pada bulan Juli 2019 di Kota Palangkaraya dan Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah dalam rangka  updating peta gambut skala 1:50.000.

Kegiatan penelitian dilakukan melalui  deskripsi tanah gambut untuk mengetahu tingkat kematangan dan ketebalan tanah gambut. Untuk mengetahui sifat dan karakteristik tanah gambut lebih lanjut, maka dilakukan pengambilan sampel gambut untuk dianalisis di laboratorium.

Di Kota Palangkaraya, survei dan pemetaan lahan gambut dilakukan di lima kecamatan. Saat ini, sebagian besar lahan gambut masih berupa belukar, sedangkan sebagian lainnya telah dimanfaatkan untuk perkebunan kelapa sawit, baik yang dikelola oleh pihak swasta maupun sawit rakyat. Tanah gambut di daerah ini memiliki ketebalan yang bervariasi, mulai dari dangkal (50-<100 cm), sedang (100-<200 cm), dalam (200-<300 cm), dan dalam (300-<500 cm) hingga sangat dalam sekali (>500 cm). Gambut dangkal dtemukan di sebagian wilayah Kecamatan Pahadut dan Sebangau, sedangkan gambut dalam terdapat di Desa Tangkiling Kecamatan Bukit Batu

Peta Lahan Gambut Skala 1:250.000 (BBSDLP 2011) menunjukkan bahwa, gambut di Kabupaten Kapuas dijumpai di enam wilayah kecamatan, yaitu Bataguh, Kapaus Barat, Kapuas Murung, Dadahup, Mentangai dan Timpah. Pengamatan lapangan menunjukkan bahwa gambut di  daerah ini sudah banyak yang mengalami penurunan ketebalan (subsidence), khususnya di Bataguh, Kapuas Murung dan Dadahup. Menurut Peta Lahan Gambut Skala 1:250.000 (BBSDLP, 2011), gambut di tiga kecamatan tersebut memiliki ketebalan antara 100-200 cm, sekarang hanya tersisa 10-45 cm saja. Menurut Sistem Klasifikasi, tanah tersebut bukan termasuk tanah gambut. bahkan di Kecamatan Kapuas Murung dan Dadahup gambut sudah tidak ditemukan lagi. Hilangnya gambut tersebut disebabkan beberapa faktor diantarannya pengolahan lahan yang terlalu intensif dan kebakaran. 

Dalam pelaksanaan survei, Tim BBSDLP berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan setempat.