Agro Inovasi Fair (AIF) diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian (Balingbangtan) melalui Balai Pengelolaan Alih Teknologi Pertanian (BPATP) pada tanggal 24-25 Agustus 2019.

Dalam AIF terdapat side event , yang terdiri atas Pameran, Bimbingan Teknis, dan Temu Bisnis.

Kegiatan Temu Bisnis menghadirkan Kepala Bidang Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP) BBSDLP , Dr. Yiyi Sulaeman, M. Sc.  sebagai narasumber dengan tema “ Teknologi Inovasi Pupuk Hayati dan Biopestisida Nabati” .

 Produk yang diintroduksi dalam temu bisnis ini: PORRE (Pupuk Organik Rendah Emisi) yang telah teruji mampu meningkatkan kesuburan tanah rawa dan sekaligus dapat menekan emisi GRK di lahan rawa; BRILIAN, pupuk organik cair yang mengandung  banyak unsur hara makro maupun mikro, tanpa merusak tanah ;  Rhizwa merupakan pupuk hayati untuk Kedelai  yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi kedelai ; Marahati, pupuk hayati untuk lahan rawa, adaptif dengan tanah masam lahan rawa dan mampu meningkatkan produktivitas tanaman; PURP, Perangkat Uji Residu Pestisida,  merupakan alat residu cepat untuk mendeteksi  residu insektisida organoklorin,organophosfat dan karbamat; Arang Aktif Biochar Limbah Pertanian yang mampu mengendalikan residu pestisida di lahan pertanian; FIO, filter residu pestisida yang mampu menurunkan cemaran  pestisida; Tungku Pembakaran yang digunakan untuk membakar limbah pertanian dan menghasilkan cairan kimia; Ramli Zero Waste , integrasi tanaman dan ternak,  untuk menaikkan berat dan harga jual daging; Urea Ramah Lingkungan ,urea berlapis arang aktif,  berfungsi sebagai pengikat pencemar residu pestisida organoklorin;  dan Biopestisida Balingtan, berbahan alami lokal yang diperkaya dengan mikroba, aman bagi lingkungan. (LQ)