Palembang, 27 Agustus 2019. Ikan adalah salah satu komoditas yang banyak diusahakan di lahan rawa, juga menjadi salah satu komoditas yang akan dikembangkan dalam program pengembangan lahan rawa SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani).

Untuk mendorong dan menggairahkan budidaya ikan di lahan rawa Badan Litbang Pertanian bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (bimtek) Budidaya Ikan di Pekarangan Mendukung Program Serasi yang diselenggarakan pada 27 Agustus 2019 di ruang BPP Muara Telang, Kec. Muara Telang, Kab. Banyuasin.

Bimtek diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari 30 petani dari tiga desa yakni Telang Rejo, Telang Makmur, dan Sumber Hidup, dan 10 orang petugas penyuluh lapang (PPL) Kec. Muara Telang.  Bimbingan teknis ini merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan teknis kepada para petani dalam hal memelihara ikan yang meliputi penyiapan kolam, benih ikan, pakan, pengelolaan air dan pemeliharaan ikan.

Pada kesempatan acara tersesebut, Fasilitator Bimtek BBSDLP, Saefoel Bachri, S. Kom, MMSI menyampaikan bahwa bimtek merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang cara beternak ikan secara benar. Selain itu ikan adalah salah satu komoditas yang dikembangkan dalam program SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani).

“Program SERASI merupakan upaya pemerintah secara  bersungguh-sungguh untuk meningkatkan kesejahteraan petani khususnya di lahan rawa,” ungkap Saefoel.

Sementara itu Koordinator Kegiatan Perikanan Porgam SERASI, Dr. Wahidah Annisa, MS. menyampaikan hendaknya para petani dapat banyak belajar tentang cara budidaya perikanan yang baik melalui bimtek tersebut. Oleh karena itu pada bimtek tersebut dihadirkan para narasumber yang berkompeten tentang perikanan khususnya di lahan rawa. Para peserta dapat menyampaikan permasalahan yang selama ini mereka temukan di lapangan berkenaan dengan budidaya ikan.

Para peserta umumnya antusias mengikuti bimtek, sebagian dari mereka bertanya secara aktif terkait masalah-masalah perikanan yang mereka hadapi di lapangan meliputi cara pengelolaan air, hama penyakit, kematian ikan, dan cara membuat pakan ikan secara mandiri.

Hadir pada bimtek tersebut sebagai nara sumber dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulmsel, yakni Samsiadji, A.Pi dan Jaenul Fuadi Almunandar, S.Pi  yang dalam paparannya menjelaskan antara lain tentang budidaya lele.

Dalam paparanya Jaenul menyebutkan petani hendaknya memperhatikan beberapa hal dalam budidaya ikan antara lain mempertimbangkan sumber air (sungai, air hujan atau sumber yang lain), konstruksi kolam (makin dalam, maka tanggul harus makin besar), suhu air, dan kemasaman air (pH).

Lebih lanjut perlakuan bagaimana benih ikan dikirim, perlakukan saat tiba di kolam antara lain proses penyesuaian terhadap kolam (aklimatisasi), kemudian ikan dipuasakan dengan tidak diberi makan selama dua hari.

Beberapa hal yang sangat penting dilakukan dalam hal budidaya ikan yakni: a) hindari pemakaian pupuk kandang (kotoran ayam maupun hewan lainnya) untuk merangsang kesuburan kolam, bila diperlukan pemupukan maka diberikan pupuk buatan (NPK), b) ikan tidak diberi pakan yang berasal dari pakan tidak sehat, misalnya bangkai ayam yang dibakar. Hal tersebut akan menimbulkan dampak terhadap kesehatan manusia saat mengkonsumsi ikan-ikan tersebut. (SB/Agus/2019)