BBSDLP, 12 September 2019. Bertempat di Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Jalan Tentara Pelajar No. 12 Kompleks Pertanian, Cimanggu, Bogor dilaksanakan High Level Discussion Pengembangan Pertanian Korporasi di Lahan Rawa Mendukung Program SERASI, pada tanggal 12 September 2019. Lahan rawa berpotensi sebagai lumbung pangan nasional ke depan karena air melimpah,dengan menerapkan teknologi pertanian dan pengembangan kelembagaan. Kementerian Pertanian sedang melaksanakan program SERASI (Selamatkan Rawa, Sejahterakan Petani).

Tujuan dari high level discussion ini adalah untuk 1)mengidentifikasi bentuk korporasi petani yang berpotensi untuk dikembangkan di lahan rawa, 2) memahami konsep dan tatakelola pengemvangan korporasi petani di lahan rawa, dan 3) menyusun rancangan operasional penerapan korporasi petani di lahan rawa.

Diskusi ini ini diikuti oleh 60 peserta, yang berasal dari Kemendes PDT, Kemenkop dan UKM, Kemen BUMN (PT Bank Mandiri), Universitas Binus, dan Kementerian Pertanian (Badan Litbang Pertian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Sekretariat Jenderal Pertanian).

Narasumber dan pembahas utama adalah peneliti, akdemisi, dan praktisi, serta pengambil kebijakan, yaitu: Dr. Hermanto (Peneliti, PSEKP), Dr. Ir. Harry Sutanto, MBA (Univ. Binus), Dr. Ir. Leli Nuryati, MSc (Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Kemtan), Rahmat B. Triaji (Senior Vice Presiden PT Bank Mandiri), Prof. Dr. Ir. Agus Pakpahan (Peneliti, PSEKP), Prof. Dr. Ir. Pantjar Simatupang (Peneliti, PSEKP), Prof. Dr. Ahmad Suryana (Peneliti, PSEKP), Prof. I Made Oka Adyana (Peneliti,PSEKP), Prof. Dr. Irsal Las (BBSDLP), Prof. Dr. Ir.Tahlim Sudaryanto (PSEKP), Dr. Sudi Mardianto (Kapus PSEKP), Dr. Trip Alihamsyah (BP2TP), dan Ir. Hari Priyono (Tenaga Konsultan Menteri Pertanian.

High level discusion ini diawali dengan pengantar dari Prof. Dr. Dedi Nursyamsi (Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian) yang menyatakan bahwa Bapak Presiden RI Jokowi Widodo mengarahkan untuk membangun pertanian korporasi yang ditindaklanjuti oleh: Kementerian Pertanian, Kementerian Desa dan PDT, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian BUMN. Diskusi ini diharapkan memperoleh model pertanian korporasi yang dapat dijadikan acuan, yang nantinya diperkuat oleh permentan.

Acara dibuka oleh Dr. Fadjry Djufry (Kepala Badan Litbang Pertanian) yang menyatakan bahwa aspek pengembangan kelembagaan petani masih menjadi tantangan dan Badan Litbang telah dan sedang mengembangkan model-model pertanian korporasi. Lahan rawa berpotensi sebagai sentra pertanian baik di lahan rawa lebak maupun lahan rawa pasang surut. Dan, Badan Litbang telah mengembangkan teknologi pengelolaan lahan dan air serta tanaman. Kombinasi pengembangan kelembagaan dan implementasi teknologi pertanian di lahan rawa berbasis kultur masyarakat setempat diyakini mampu meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani serta perekonomian wilayah dan nasional.

Pertanian korporasi mendesak untuk diterapkan dan dikembangkan, namun tidak ada satu model pertanian korporasi yang sesuai di semua kondisi. Model pertanian korporasi yang diterapkan berevoluasi menyesuaikan dengan kondisi setempat dengan sasaran akhir adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.(yy)