Bogor, 18 September 2019. Sampai saat ini, sawah masih menjadi tulang punggung pengadaan pangan nasional. Tahun 2018, Pemerintah merilis luas lahan sawah Indonesia sekitar 7,1 juta hektar, berkurang 1 juta hektar dari tahun 2013. Luas lahan sawah diperkirakan akan terus berkurang karena terjadi alih fungsi ke penggunaan lain (non pertanian). Di sisi lain, kebutuhan bahan pangan akan terus meningkat sejalan bertambahnya jumlah penduduk. Dari luasan sawah nasional tersebut, hampir 50% berada di Pulau Jawa, dan terluas di Jawa Timur, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Peneliti BBSDLP yang dikoordinir oleh Dr. Erna Suryani pada tanggal 9 September yang lalu melakukan verifikasi lahan sawah di Jawa Timur. Hasil verifikasi tersebut menunjukkan bahwa lahan-lahan sawah di Jawa Timur tidak saja diusahakan untuk tanaman padi, tetapi juga komoditas pangan lainnya seperti jagung, dan kacang-kacangan, hortikultura cabai, bawang merah, dan sayuran lainnya setelah padi (off season). Disamping itu, di lahan sawah juga diusahakan tanaman perkebunan tebu, terutama di daerah-daerah yang berdekatan dengan Pabrik Gula, seperti di Ngawi, Madiun dan Kediri.

Hasil wawancara dengan masyarakat setempat di Kabupaten Magetan, meski sumber air masih cukup untuk mengusahakan padi sawah untuk MT II, namun masyarakat mengusahakan lahannya dengan tanaman palawija. Hal ini dimaksudkan untuk memutus hama tikus yang sering menyerang tanaman padi sawah mereka. Petani sudah sangat paham manfaat pengendalian hama secara terpadu.

Sedangkan di Kabupaten Nganjuk dan kabupaten lainnya, pengusahaan lahan sawah untuk tanaman jagung dan tanaman pangan lainnya, karena air tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tanaman padi pada MT II. Pada musim kemarau, masyarakat harus menggunakan pompa untuk mengeluarkan air dari sumur bor dengan kedalaman 19-20 m.

Selain tanaman palawija, sangat luas lahan-lahan sawah di Jawa Timur yang diusahakan untuk tanaman tebu, terutama pada daerah-daerah yang berdekatan dengan pabrik gula. Banyak sekali terdapat pabrik gula di Jawa Timur, seperti PG. Purwodadi di Ngawi. Tebu sebagai bahan baku gula, diusahakan di lahan sawah dan lahan kering, baik yang ditanam langsung oleh pihak perusahaan (perusahaan meminjam lahan ke petani), maupun diusahakan langsung oleh petani (hasil dijumal ke perusahaan).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari petani setempat, banyak lahan-lahan sawah disewakan ke perusahaan gula untuk ditanami tebu sejak 5 tahun yang lalu.