Bogor, 23 September 2019. Lembaga Penelitian dan perguruan tinggi merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Dengan kegiatan Seminar Nasional ini diharapkan ada sharing informasi terhadap hasil-hasi-hasil penelitian yang sudah diperoleh oleh lembaga penelitian dengan perguruan tinggi, untuk menghasilkan dampak yang berarti, sehingga hasil temuan suatu penelitian harus diketahui oleh masyarakat, baik secara spesifik dalam kelompok tertentu maupun kepada kalangan umum kata Dekan Fakultas Pertanian Dr Jamhari saat membuka Seminar Nasional Hasil Penelitian IX di Audotorium Prof Haryono Danoesastro Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta Sabtu (21/09/2019).

Seminar Nasional dalam Rangka Dies Natalis Ke-73 Fakultas Pertanian UGM Yogyakarta ini menampilkan pembicara: Dr Husnain Kepala Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian dan Dr. Jamhari Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Dalam seminar yang dihadiri para peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian, civitas akademisi, dan undangan lainnya, para narasumber menekankan pentingnya mengajak generasi muda terjun dan menekuni usaha pertanian, sehingga cita-cita menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia tahun 2045 benar-benar bisa terwujud. 

Kepala BBSDLP dalam Keynote Speech kali ini menyampaikan paparan mengenai “Optimalisasi Sumberdaya Pertanian Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional”. Kementerian pertanian memiliki tugas selain untuk mencetak sawah 1 juta hektar serta pencapaian target swa sembada pangan dengan komoditas padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, gula, cabai dan daging sapi sesuai dengan Nawacita, Kementerian Pertanian Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia 2045 yang didukung dengan program #SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani)” dan UPSUS PAJALE. Dan tentunya tujuan kedua program ini adalah untuk meningkatkan indeks kesejahteraan petani kata Husnain, dihadapan peserta seminar yang mayoritas dari mahasiswa. 

Sedangkan Dr Jamhari Dekan Fakultas Pertanian dalam paparannya tentang Perguruan Tinggi, Pertanian dan Kedaulatan Pangan mengingatkan bahwa kebutuhan pangan masyarakat Indonesia terus meningkat sehingga apabila tidak diimbangi dengan penyelesaian di sisi produksi akan terjadi lonjakan konsumsi. 

“Perlu ada keseimbangan antara produksi dan konsumsi sehingga konsumsi beragam pangan yang dapat di produksi perlu digalakkan” tegas Jamhari. Hal ini didukung dengan posisi Indonesia sebagai Negara dengan keanekaragaman hayatinya peringkat dua terbesar di dunia tandasnya (wa)