Bogor, 25 November 2019. Data merupakan unsur penting dalam perencanaan, sehingga diperlukan data yang akurat sebagai dasar perencanaan yang baik, termasuk data luas baku lahan sawah yang dijadikan dasar kebijakan pembangunan pertanian. Data BPN tahun 2013 dan tahun 2018 menyebutkan, terjadi penurunan signifikan lahan baku sawah di Provinsi Sumatera Selatan sekitar 155.458 ha dari 543.013 ha menjadi 387.555 ha. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang Pertanian bekerja sama dengan BBSDLP melakukan verifikasi peta luas baku lahan sawah di Provinsi Sumatera Selatan.

Tim dari Badan Litbang Pertanian yang dalam hal ini diwakilkan oleh BBSDLP melakukan survei verifikasi lapang lahan baku sawah di Provinsi Sumatera Selatan. Tim yang dipimpin oleh Ir. Anny Mulyani, MS, melakukan verifikasi lapang di tiga kota/kabupaten, yaitu Kota Prabumulih, Kabupaten Muara Enim, dan Kabupaten Musi Banyuasin pada tanggal 30 Oktober hingga 4 November 2019. Dalam kegiatan verifikasi lapang ini, BBSDLP juga berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat dan juga dibantu oleh masyarakat. Sebelumnya pada pertengahan tahun telah dilakukan verifikasi lapang tahap 1 di Provinsi Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil verifikasi lapang, ditemukan beberapa fakta bahwa terdapat lahan sawah yang belum terdelineasi, lahan sawah yang telah terkonversi, dan beberapa intepretasi citra yang belum tepat. Selain hal tersebut, juga ditemukan adanya perbedaan batas administrasi wilayah antara keadaan di lapang dengan data spasial batas administrasi wilayah.

Hasil analisis, kajian dan verifikasi lapang yang dilakukan BBSDLP dapat dijadikan sebagai titik acuan awal kegiatan verifikasi selanjutnya dan juga sebagai bahan pertimbangan. Dalam rangka mewujudkan kebijakan satu data, BBSDLP juga telah melakukan konsolidasi data hasil verifikasi dengan internal kementerian, maupun dengan Kementerian/Lembaga lain seperti Kementerian ATR/BPN dan BIG. Hal tersebut tentu menambah kelengkapan informasi lapang mengingat sampai saat ini belum ada metode analisis dan verifikasi lapang yang menjamin kebenaran 100%. Namun BBSDLP tetap berkomitmen penuh untuk terus menggunakan dan mengembangkan pendekatan ilmiah yang dapat diuji kebenarannya dalam hal verifikasi luas baku lahan sawah sehingga hasil yang diperoleh mendekati kondisi asli di lapangan. (GIN)