Bogor (20/1) -- Pagi ini dilaksanakan Focus Group Discussion terkait dengan Development of The Soil Atlas of Asia and National Soil Information di Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP). FGD dilakukan dengan mengundang para Pakar dari IPB, UGM dan Univ. Brawidjaya disamping pakar dari BBSDLP. Dikemukakan oleh Dr. Yiyi Sulaiman saat memberikan pengantar kegiatan bahwa kegiatan ini akan berjalan selama 4 tahun sejak Sept 2019 hingga Agustus 2023.
Project ini merupakan salah satu kegiatan kerja sama hibah dengan sumber pembiayaan dari Asian Food and Agriculture Cooperative Initiatives (AFACI) yang disokong oleh RDA dari Korea Selatan, ungkapnya lagi.

Saat pembukaan FGD Kepala Bidang Evaluasi BBSDLP, Dr. Erna Suryani dalam hal ini mewakili Kepala BBSDLP menyampaikan FGD ini bertujuan untuk memberikan masukan awal atas pelaksanaan Project tidak saja untuk output peta tanah Asia nya akan tetapi juga impact secara nasionalnya.

Paparan lengkap dari Dr. Markus Anda diungkapkan bahwa sistem pemetaan Indonesia yang sudah ada berupa land form akan mengikuti FAO Guidelines sesuai dengan nama tanahnya, jelasnya.

Output serupa telah dihasilkan oleh Afrika berupa Soil Map of Afrika, dan Indonesia bersama 14 negara lain akan menyusun Soil Map of Asia, ungkap Dr. Husnain dalam kesempatan lain.