Bogor, 17 Februari 2020. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan melakukan penyusunan Peta Potensi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di 25 provinsi yang menyebar di seluruh Indonesia. Penyusunan  peta tersebut memanfaatkan teknologi citra satelit melalui penggunaan citra SPOT terbaru Tahun 2018 dan 2019 serta citra tahun 1990-2000an. Citra satelit digunakan untuk mengindentifikasi tanaman kelapa sawit yang sudah tua. Adapun tanaman kelapa sawit yang akan diremajakan adalah tanaman sawit yang rusak atau berumur >25 tahun.

Berdasarkan data BPS Tahun 2019, luas areal perkebunan rakyat di 25 provinsi seluruh Indonesia mencapai 5,96 juta ha, sementara potensi peremajaan sawit rakyat adalah 2,43 juta ha. Peremajaan tanaman sawit merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas tanaman kelapa sawit rakyat serta meningkatkan perekonomian masyarakat.

Peta potensi PSR disusun untuk mengetahui lokasi tanaman sawit yang akan diremajakan (replanting), luas, serta sebarannya di masing-masing provinsi. Peta PSR diharapkan dapat menjadi acuan bagi Direktorat Jenderal Perkebunan dalam melakukan replanting tanaman sawit rakyat.

Penanggung jawab kegiatan ini, Ir. Anny Mulyani, MS. menegaskan peta potensi PSR sangat diperlukan bagi para pengambil kebijakan khususnya di sektor perkebunan.

“Melalui peta potensi PSR ini  kita dapat mengetahui lokasi, sebaran dan luas  tanaman sawit yang perlu diremajakan di masing-masing provinsi. Pemerintah, khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan dapat mengacu pada peta ini dalam menentukan arah dan strategi peremajaan kelapa sawit, khusus perkebunan sawit rakyat,” tegas Anny.

Dalam penyusunan peta tersebut Anny dibantu oleh Prof. Dr. Sukarman sebagai anggota tim, 25 orang peneliti dan teknisi BBSDLP, serta staf Ditjen Perkebunan. (QN/SB)

 

Tabel  Provinsi Potensi Peremajaan Sawit Rakyat

No Provinsi
1. ACEH
2. SUMATERA UTARA
3. SUMATERA  BARAT
4. RIAU
6. JAMBI
7. SUMATERA  SELATAN
8. KEP. BANGKA BELITUNG
9. BENGKULU
10. LAMPUNG
11. JAWA BARAT
12. BANTEN
13. KALIMANTAN BARAT
14. KALIMANTAN TENGAH
15. KALIMANTAN SELATAN
16. KALIMANTAN TIMUR
17. KALIMANTAN UTARA
19. SULAWESI TENGAH
20. SULAWESI SELATAN
21. SULAWESI BARAT
22. SULAWESI TENGGARA
24. P A P U A
25. PAPUA  BARAT