Selasa, 4 Maret 2020 bertempat di Intelligence Room BBSDLP dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Informasi dan Pengelolaan Lahan Kering. Dihadiri oleh Sekretaris Ditjen PSP, Ditjen Teknis Lingkup Kementerian Pertanian, dan Tenaga Ahli dari IPB.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala BBSDLP, Dr. Husnain. Dalam sambutannya beliau menyampaikan sekilas pengenalan Intelligence Room BBSDLP dan maksud serta tujuan dilaksanakannya FGD ini.

Sekretaris Ditjen PSP, Mulyadi Hendiawan menyampaikan bahwa Kementerian pertanian akan mengembangkan lahan kering terkait infrastuktur dan Operasional. alasan dikembangkannya lahan kering: (1) Cetak sawah yg biasa dilaksanakan tahun ini di pause dahulu, focus akan di kerahkan cetak sawah baru yang sudah dicetak. (2) Bappenas mendorong untuk segera mendorong pemanfaatan dan optimasi lahan kering. “Diharapkan dalam pertemuan ini dapat dibahas informasi apa saja yang sudah ada sehingga bisa diramu dan dirancang rencana implementasinya.” Ujar Mulyadi.

Pada FGD ini juga disampaikan terkait Agriculture War Room BBSDLP yang disampaikan oleh Ibu Anny Mulyani, “BBSDLP sudah menyiapkan beberapa data yang sudah di input ke AWR pusat, diantaranya Peta LBS, peta Agroklimat, Peta kelompok komoditas untuk investasi, Peta lahan kering iklim kering dan lahan kering iklim basah, Peta lahan gambut, Peta sebaran existing tebu, Peta sebaran lahan sawit (termasuk untuk keperluan sawit PSR), dan yang segera akan dilakukan adalah peta sebaran untuk lima komoditas (kopi, lada, kakao dll). Selain itu BBSDLP juga sudah memiliki informasi berupa Peta tanah 1:50.000 seindonesia, Peta kesesuaian lahan untuk 9 komoditas strategis, peta Kawasan dan Peta RPL serta peta tutupan lahan dari KLHK.” Ujar Anny.

Lahan kering di Indonesia umumnya (hampir 60%) masam. Beberapa teknologi yang bisa diimplementasikan pada lahan masam: (1) Kapur/dolomit (2) Rekapitalisasi fosfat alam reaktif dan penggunaan pupuk kendang (3) Penerapan budidaya pola zigzag (4) Penggunaan pembenah tanah (5) Penggunaan bahan organic (6) Pengelolaan hara tanah. Pemberian pupuk NPK dengan dosis pupuk 15:15:15 untuk tanaman jagung tidak sesuai diaplikasikan terutama untuk lahan masam.

Dengan adanya FGD ini semoga bisa saling bersinegri dan saling support, BBSDLP siap membackup data spasial. Bisa langsung bersurat untuk permintaan. (SN)