Info Terkini

 

 

 

 

 

 

Selamat dan sukses kepada Bapak/Ibu atas pelantikan sebagai pejabat Eselon 3 dan 4. Semoga barokah dan amanah dalam menjalankan tugas:

1. Dr. Harmanto, M.Eng sebagai Kepala Balitsa

2. Dr. Arivin Rivaie sebagai Kepala Balitklimat

3. Eman Sulaeman, SP., MSi sebagai Kabag TU BBSDLP

4. Elsa Rachmi Dewi, Ph.D, sebagai Kasie Evaluasi BBSDLP

5. Adang Hamdani, SP., MSi sebagai Kasie Yantek Balitklimat

6. Dr. Maulia Aries Susanti Sebagai Kasie Jaslit Balittra

7. Dr. Nur Wakhid sebagai Kasie Yantek Balittra

 

 

(Bogor, 21 Desember 2020)

 

Selamat dan sukses kepada Prof. Dr. Mukhlis, atas pengukuhan sebagai Profesor Riset dengan orasi yang berjudul Inovasi Teknologi Pupuk Hayati Mendukung Pengembangan Lahan Rawa Sebagai Lumbung Pangan.

Prof. Dr. Mukhlis merupakan Profesor Riset ke-148 di Kementerian Pertanian dan ke-585 secara Nasional.

Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) Balitbangtan lakukan soft launching Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop) 1.0 (7/12) . Aacara ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menyambut World Soil Day tau Hari Tanah Sedunia yang di selenggakan mulai tanggal 3-8 Desember 2020. Peringatan Hari Tanah Sedunia tahun ini mengusung tema, “Keep soil alive, protect soil biodiversity”.

Soft launching ini dilakukan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fajdry Djufry, M.Si; Kepala BBSDLP, Dr. Husnain, M.Sc;  Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Priatna Sasmita, M.Si; Puslitbang Peternakan, Dr. drh. Agus Susanto, M.Si.

SISCrop merupakan sistem informasi yang dapat memberikan informasi  tentang kondisi faktual tanaman padi dan tanaman lainnya di lapang. Dalam pengembangan model Standing Crop ini berbasis penginderaan jauh ini Kementerian Pertanian bekerjasama dengan LAPAN dan Kementerian Lembaga dan Perguruan Tinggi terkait lainnya.

 “Semoga launching ini mampu memberikan informasi dan rekomendasi yang dapat memperkuat kemampuan di Sektor Pertanian Indonesia.” Ujar Fajdry dalam sambutannya.

Dalam perayaan WSD ini telah dilaksanakan beberapa acara, yaitu online Soil Judging Constest yang diikuti dari oleh 40 tim dari 20 perguruan tinggi, Bimbingan Teknis yang diikuti oleh 849 peserta, Kampanye Green Agriculture: Composting for Urban Farming, Lomba esay, vlog dan baca puisi, dan Dialog Perayaan Hari Tanah Sedunia 2020, berupa Talk Show. Dalam kondisi Covid-19 ini acara diselenggarakan secara tatap muka terbatas dan virtual. (LQ)

 

Bogor – Ada yang berbeda dengan peringatan hari tanah sedunia (world soil day) tahun ini. Pasalnya, dengan pandemic covid19 yang belum selesai, kegiatan peringatan WSD 2020 ini dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom.

Dr. Ladiyani Retno Widowati, Kepala Balittanah selaku Ketua Panitia WSD 2020 menjelaskan bahwa WSD ini diinisiasi oleh International Union of Soil Sciences (IUSS) pada tahun 2002, baru pada tahun 2013 diusulkan oleh Raja Thailand dan FAO untuk diresmikan. Setahun kemudian, pada tanggal 5 Desember 2014 ditetapkan sebagai hari tanah sedunia untuk yang pertama kali.
Acara peringatan WSD 2020 oleh BBSDLP diisi berbagai kegiatan yang diselenggarakan antara tanggal 3-8 Desember 2020. Pada tanggal 3 Desember diselenggarakan Bimtek online yang terdiri atas empat tema dari masing-masing unit kerja lingkup BBSDLP yang diikuti 849 orang, yaitu bimtek: kesehatan tanah (210 peserta), pertanian organik (298 peserta), sumberdaya lokal rawa (174 peserta), dan bimtek cara membaca peta (167 peserta). Lomba essay, video, dan baca puisi untuk siswa pada tanggal 4 Desember; Soil Judging Contest yang diikuti 30 regu mahasiswa Ilmu Tanah seluruh Indonesia pada 5 Desember; dan Talkshow terkait Food Estate pada 7 Desember, serta Dolomit dan Kesehatan Tanah pada tanggal 8 Desember 2020.
Kepala BBSDLP, Dr. Husnain dalam pidato sambutannya menerangkan bahwa BBSDLP sudah beberapa tahun merayakan WSD dengan berbagai event dan kegiatan. Tema WSD tahun ini, keep soil alive, protect soil biodiversity sangat menarik dan cukup luas temanya. Tujuan diselenggarakannya WSD adalah agar masyarakat mempunyai perhatian untuk menjaga ekosistem yang sehat sehingga keanekaragaman hayati tanah dapat terjaga, dan dapat menjadi agen kesehatan tanah yang mendorong banyak pihak (pemerintah, akademisi, swasta, dan masyarakat lainnya) untuk mengerti akan pentingnya kesehatan tanah.
Husnain berharap agar bimtek ini dapat menambah ilmu dan wawasan tentang urgensi menjaga biodiversitas dan kesehatan tanah. Semangat WSD ini sejalan dengan kampanye Green Agriculture dan Agri-farming untuk mewujudkan sustainable agriculture. Husnain menambahkan bahwa pada puncak acara ini, Mentan-Syahrul Yasin Limpo akan membuka kegiatan utama pada acara sosialisasi Sentinel-1 (verifikasi lapangan standing crop dengan citra radar). 


Jakarta - Dalam beberapa bulan terakhir Kementerian Pertanian mendapat apresiasi dari berbagai pihak atas capaian kinerjanya dan bahkan menorehkan penghargaan yang membanggakan. Hal ini disampaikan plt Inspektur Jenderal Bambang di Jakarta (29/11/2020).

Kinerja kementan meningkat pesat dan berhasil memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional maupun penyerapan tenaga kerja. Dalam hal pengadaan barang dan jasa, Itjen Kementan telah memberikan Assurance dan Consulting secara Independen dan Obyektif melalui Reviu dan konsultasi, sehingga Unit Eselon I sebagai Pengelola Program dapat melaksanakan pengadaan Barang dan jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan transparan.

LKPP memberikan penghargaan terhadap proses pengadaan barang dan jasa paling transparan, dan Menpan RB secara khusus juga telah mengakui sistem IQFast yang digunakan Badan Karantina Pertanian, sebagai 45 inovasi pelayanan publik terbaik 2020 di Indonesia.

"Kementan dibawah komando Pak Mentan SYL terus melakukan penataan dan inovasi, agar proses-proses kegiatan kian transparan, akuntabel dan mudah diakses publik, arahan menteri sangat tegas bekerja sesuai target, sesuai SOP dan jangan ada yang korupsi, bekerja tulus meningkatkan kesejahteraan petani, terus untuk wujudkan Indonesia maju," jelas Bambang.

Bambang juga menambahkan terobosan Mentan untuk melakukan digitalisasi dan modernisasi pertanian, dilakukan secara bertahap dan dimulai dari kantor pusat Kementan.

"Terbangunnya Agriculture War Room (AWR) perlahan menjadi bagian solusi pertanian kita di masa depan. Semua data pertanian terkoneksi dan akan memudahkan monitoring kegiatan. Kamipun mendapat keuntungan dapat melaksanakan tugas lebih efektif sebagai pengendali internal," ujar Bambang.

Terkait tuduhan beberapa pihak belakangan ini, kami menyampaikan terimakasih kepada segenap elemen masyarakat yg telah menyampaikan masukan/kritikan karena menjadi bahan untuk segera diklarifikasi dan ditindaklanjuti.

Bambang mencontohkan adanya aduan masyarakat 2 minggu terakhir ini langsung menugaskan kepada Inspektur terkait, sesegera mungkin menurunkan audit dan ternyata semua proses pengadaan yang dituduhkan tidak benar. Audit menemukan proses pengadaan barang dan jasa telah melalui sistem LPSE sesuai ketentuan.

"Kami selalu merespon cepat setiap ada informasi masyarakat. Memitigasi resiko dan pengawasan internal terus dilakukan sejak perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan," tegasnya.

Memperkuat Transparansi dan Keterbukaan
Secara terpisah, Kuntoro Boga Andri Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan menambahkan Kementan terus berinovasi, bahkan yang terakhir Komisi Informasi Pusat (KIP) menilai sebagai Kementerian paling informatif di Indonesia, dengan skor nyaris sempurna 97,99.

"Keterbukaan informasi, transparansi, dan penyempurnaan sistem layanan publik menjadi keharusan. Tekad Mentan SYL menjadikan pertanian yang kian maju, mandiri dan modern telah dimulai dari ruang pelayanan publik. Dipastikan kita makin baik dalam melayani," tegas Kuntoro.

Penghargaan Keterbukaan informasi ini juga melengkapi capaian bidang kehumasan Kementan, yang sebelumnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menetapkan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai kementerian terbaik dalam mengelola informasi dan komunikasi publik. Ketetapan tersebut melalui serangkaian proses penelitian oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika dan Informasi Komunikasi Publik (Puslitbang Aptika dan IKP Kominfo) selama tahun 2019.

Kuntoro menyampaikan tantangan sektor pertanian saat ini begitu kuat, namun Mentan SYL mampu menunjukkan ketangguhan ketahanan pangan di tengah suasana pendemi. Sektor pertanian tidak terganggu bahkan paling baik dari sektor lain.

Sejauh ini SYL berhasil menghidupkan kembali program-program strategis yang memperkuat sendi pertanian nasional seperti infrastruktur pertanian, KUR, dan mekanisasi pertanian.

Copyright © 2017 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. All Rights Reserved.
Jl. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu - Bogor 16114
Telpon: 0251-8323011, 8323012 Fax: 0251-8311256 Email: sekretariatbbsdlp@yahoo.com atau bbsdlp@litbang.pertanian.go.id