Info Terkini

Pelatihan ini dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Kebakaran Wilayah Bogor dan diikuti oleh Karyawan, Outsourcing, Petugas Keamanan, OB, dan para siswa-siswa SMA/SMK serta mahasiswa yang magang di BBSDLP, Jumat (07/02/2020)

Tujuan dari Pelatihan ini adalah memberikan pemahaman mengenai penyebab terjadinya kebakaran. Materi penanggulangan kebakaran ini dipaparkan oleh Komandan Sektor Pemadam Kebakaran Kota Bogor, Ayup Sukmana. Dalam pelatihan ini, peserta  diberikan pengetahuan dasar tentang upaya pencegahan kebakaran dan memberikan pelatihan dalam mengoperasikan Alat Pemadam Api Ringan, Hydrant dan lain-lain mempraktekkan cara-cara  mencegah kebakaran, serta menanggulangi kebakaran agar tidak menyebar/ menjalar menjadi besar.

“Apabila sudah tercium bau gas, jangan hidupkan kompor dan menghidupkan/mematikan listrik agar tidak timbul percikan api yang akan memicu kebakaran. Buka semua ventilasi, serta gunakan peralatan listrik yang standar” ujar ayup. Menurutnya, kebanyakan kasus kebakaran yang terjadi, dikarenak pemakaian peralatan listrik yang sudah tidak bagus, sehingga membuat listrik tidak stabil an menyebabkan konsleting listrik. Selama 2020 ini sudah ada 2 kasus kebakaran, dan 1 orang korban jiwa, dimana korban tersebut mengalami luka baka sekita 80 persen.

Jakarta, 4 Februari 2020. Kementerian Pertanian menggelar perhelatan bertajuk “Soft Launching Agriculture War Room (AWR)” yang diselenggarakan di ruang AWR Kementerian Pertanian, 4 Februari 2020. Tidak kurang 3 orang menteri hadir pada acara tersebut yakni Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo), Menteri ATR/BPN (Sofyan Abdul Jalil), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Luhut Binsar Panjaitan) serta Kepala Biro Pusat Statistik (Haryanto). Para petinggi lingkup Kementan serta berbagai Dekan Fakultas Pertanian dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia hadir pada acara tersebut. Acara soft launching tersebut sekaligus merilis data Luas Baku Sawah (LBS) 2019, Data Produksi Padi Nasional 2019, dan launching Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian.

 

Link berita terkait lainnya:

http://news.rakyatku.com/read/179270/2020/02/12/apresiasi-awr-kementan-dari-jurnalis-dan-pimpinan-media

Berikut video Soft Launching Video AWR:

 

Jakarta, 4 Februari 2020. Kementerian Pertanian menggelar perhelatan bertajuk “Soft Launching Agriculture War Room (AWR)”. Acara ini digarap dengan sangat sungguh-sungguh, tidak kurang 3 orang menteri hadir pada acara tersebut yakni Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo), Menteri ATR/BPN (Sofyan Abdul Jalil), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Luhut Binsar Panjaitan) serta Kepala Biro Pusat Statistik (Haryanto). Para petinggi lingkup Kementan serta berbagai Dekan Fakultas Pertanian dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia hadir pada acara tersebut.

Acara soft launching tersebut sekaligus merilis data Luas Baku Sawah (LBS) 2019, Data Produksi Padi Nasional 2019, dan launching Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian.

AWR berfungsi sebagai pusat data dan sistem kontrol pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi informasi. Sistem ini juga berfungsi sebagai pusat komando (command center) yang sekaligus upaya pendekatan satu data.

"Langkah awal ini berkaitan langsung dengan isi perut 267 juta orang. Dengan AWR kami ingin pertanian ke depan lebih maju, lebih mandiri dan modern untuk hasil yang memuaskan," tutur Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sambutannya.

SYL mengungkap teknologi yang digunakan akan menjadi alat ukur dalam melakukan pengawasan sekaligus pemetaan lahan nasional. Di masa mendatang tidak ada lagi perbedaan data statistik, karena semua sudah terpantau dengan akurat tuturnya.

Lebih jauh SYL mengatakan, sistem AWR sudah dirancang secara multiguna, terutama dalam memantau kondisi pertanian di tingkat Kecamatan dan Desa. Terlebih petani juga tidak perlu membeli alat drone untuk melaporkan sawahnya kepada Kementerian pusat.

 Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan sangat mengapresiasi dan merasa bangga sekali dengan upaya Kementan dalam memajukan pertanian Indonesia. Luhut bahkan secara antusias bertanya dan bekomentar tentang beberapa data yang disajikan dalam dashboard AWR.

 "Saya sangat bangga sekali, apapun yang kita kerjakan saat ini mainnya data. Kalau ini ditata dengan baik kedepannya kita tidak akan ribut lagi soal impor beras atau lainnya. Jadi saya kira apa yang dibuat Mentan Syahrul ini harus dipertahankan dan bahkan bisa lebih maju lagi karena teknologi sejatinya terus berkembang," pungkas Luhut. (SB, Februari 2020)

 Jakarta, 4 Februari 2020. Kementerian Pertanian menggelar acara “Soft Launching Agriculture War Room (AWR)”. Acara ini dihadiri 3 orang menteri sekaligus yakni Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo), Menteri ATR/BPN (Sofyan Abdul Jalil), dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Luhut Binsar Panjaitan) serta Kepala Biro Pusat Statistik (Haryanto). Selain para petinggi lingkup Kementan, hadir pula para Dekan Fakultas Pertanian dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia.

Acara soft launching tersebut sekaligus merilis data Luas Baku Sawah (LBS) 2019, Luas Panen dan Produksi Padi Nasional 2019 (BPS), dan launching Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian. Luas lahan baku sawah 2019 dirilis dengan angka seluas  7.463.952 ha.

Sementara itu Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengungkapkan, teknologi yang digunakan akan menjadi alat ukur dalam melakukan pengawasan sekaligus pemetaan lahan nasional. Di masa mendatang tidak ada lagi perbedaan data statistik, karena semua sudah terpantau dengan akurat tutur Syahrul.

Syahrul mengatakan, sistem AWR sudah dirancang secara multiguna, terutama dalam memantau kondisi pertanian di tingkat Kecamatan dan Desa yang digagas melalui Konstratani (Komando Strategis Pembangunan Pertanian). Terlebih petani juga tidak perlu membeli alat drone untuk melaporkan sawahnya kepada Kementerian pusat.

AWR berfungsi sebagai pusat data dan sistem kontrol pembangunan pertanian nasional berbasis teknologi informasi. Sistem ini juga berfungsi sebagai pusat komando (command center) yang sekaligus upaya pendekatan satu data.

AWR menyajikan berbagai data dan informasi yang ditampilkan dalam sebuah dashboard. Melalui dashboard tersebut dapat ditampilkan seluruh informasi yang terkait dengan pertanain.

 

Pada saat soft launching AWR, dashboard dijelaskan secara rinci oleh Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Dr. Husnain. Disaksikan seluruh hadirin Husnain menjelaskan fungsi dashboard dan apa saja yang terdapat di dalamnya.

“Dashboard berisi informasi tentang sumberdaya Iklim, kalender tanam, monitoring pertumbuhan tanaman, informasi harga, produksi dan monitoring tanaman secara live melalui CCTV,” papar Husnain.

Selanjutnya kepada hadirin disajikan infomasi meliputi: peta monitoring pertumbuhan tanaman padi (standing crop) yang saat ini telah menggunakan citra satelit Sentinel 2, peta luas lahan baku sawah (LBS) 2019, peta sebaran lahan gambut, peta lahan longsor, peta potensi ketersediaan air untuk pertanian, peta zona agroklimat (ZAE) dan peta lahan kering tanaman semusim.

“Kita bisa menampilkan informasi fase tumbuh tanaman sampai pada level kecamatan dengan luas masing-masing fase tumbuh. Kami juga menyajikan peta luas dan sebaran lahan baku sawah yang dirilis tahun 2019 dengan luas 7,46 Juta hektar,” tandas Husnain.

Penjelasan Husnain mendapat sambutan hangat terutama saat menampilkan peta dan data pada level kecamatan. Menteri Koordintor Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan bahkan merespon dan bertanya tentang penjelasan Husnain mengenai lahan gambut Indonesia.

Pada kesempatan sambutannya, Menteri Luhut sangat mengapresiasi dan merasa bangga sekali dengan upaya Kementan dalam memajukan pertanian Indonesia. Luhut bahkan secara antusias bertanya dan bekomentar tentang beberapa data yang disajikan dalam dashboard AWR.   (SB, Februari 2020)

 

 

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menyelenggarakan rapat koordinasi untuk penguatan program kegiatan Balitbangtan dalam rangka mendukung sasaran strategis Kementerian Pertanian,di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, 28 Januari 2020.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program dan kegiatan Balitbangtan 2020. Dalam kegiatan ini juga, dilakukan penyusunan perencanaan program dan kegiatan Balitbangtan 2020.

“Balitbangtan menjadi koordinator enam bidang pangan yaitu komoditas padi, jagung, kedelai, kelapa sawit, sapi potong, dan ayam lokal,” kata Kepala Balitbangtan. Fadjry juga mengingatkan bahwa salah satu tugas dan fungsi Balitbangtan adalah program akselerasi pemanfaatan inovasi teknologi serta produksi benih/bibit.

Pada kesempatan tersebut, Fadjry juga menyebutkan bahwa Balitbangtan mengemban amanah untuk mengkoordinasikan kegiatan pusat data pertanian (Agriculture War Room/AWR). Beberapa tahap pengembangan telah dilaksanakan mulai dari pengembangan ptototipe, pemograman, pengujian, dan selanjutnya akan dilakukan soft launching dalam waktu dekat.

 “Tagline Kementan adalah maju, mandiri dan modern. Teman-teman peneliti harus meningkatkan lagi hasil penelitiannya, bukan hanya menghasilkan varietas unggul, tapi juga dapat meningkatkan pendapatan petani dan meningkatkan ekspor” tegas Fadjry.

Upaya Balitbangtan dalam meningkatkan akselerasi pemanfaatan inovasi dan teknologi pertanian mendapat dukungan penuh dari Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dalam arahannya, Syahrul meminta agar Balitbangtang mampu memaksimalkan science riset dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri.

“Hari ini saya berharap, besok kita menghasilkan pertanian yang kuat”, begitu ujar Syahrul. Balitbangtan telah memiliki hasil riset dan teknologi, untuk itu, sudah menjadi tugas berat bagi Litbang untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan hasil riset kepada masyarakat.

“Pertanian yang baik bisa membuka lapangan usaha, pertanian yang baik merupakan solusi ekonomi untuk menjadi lebih baik, pertanian yang baik bisa membangun upaya-upaya untuk menyejahterakan rakyat” papar Syahrul. (LQ)

 

Blitar, 22 Januari 2020.Tim Peneliti BBSDLP, Dr. Edi Husen, Dr. Budi Kartiwa, dan Dra. Selly Salma, M.Si mengunjungi Pabrik Gula PT. Rejoso Manis Indo (PG RMI) di Blitar pada tanggal 20-22 Januari 2020. Kegiatan kunjungan ini dalam rangka penjajakan kerjasama pengelolaan limbah blotong (dari hasil proses pembuatan gula) dan pengelolaan sumberdaya air.

Permasalahan yang dihadapi PG RMI adalah limbah blotong yang melimpah dan beraroma tidak sedap bila menumpuk serta permasalahan kekurangan air untuk budidaya tebu. PT RMI sangat mengharapkan penerapan teknologi tepat guna yang dihasilkan oleh BBSDLP untuk pemanfaatan limbah blotong menjadi pupuk organik dan teknologi pencarian sumber daya air serta pemanfaatan airnya secara lebih efisien.

“Kami sangat berharap ada teknologi yang dihasilkan oleh BBSDLP yang dapat kami terapkan dalam pemanfaatan limbah blotong menjadi pupuk organik dan pencarian sumberdaya air”, ungkap pengelola PG RMI.

Rencana kerjasama ini juga didukung oleh Pemerintah Daerah Blitar yang ikut hadir bersama rombongan dalam acara diskusi di Kantor PG RMI, antara lain Kepala Dinas PMD, Dirut BUMD, Dosen Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Ketua Paguyuban Petani Tebu, Lurah setempat, dan pengelola PG RMI.

Semoga kerjasama ini dapat segera terwujud sehingga teknologi yang dihasilkan dapat dimanfaatkan secara cepat dan tepat.