Info Terkini

Cianjur- Selasa (12/10) BBSDLP meraih prestasi yang membanggakan. Pasalnya, pada kegiatan Akselerasi Inovasi Florikultura untuk Kesejahteraan dan Urban Farming yang Modern, Mandiri dan Berdaya Saing di Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Kepala Bidang Program dan Evaluasi (Kabid PE), Dr. Erna Suryani memperoleh penghargaan sebagai Kabid PE terbaik se-Balitbangtan. Terlebih lagi, Anton Aprilyanto, pejabat fungsional pada Balitklimat juga memperoleh perhargaan sebagai Teknisi Litkayasa terbaik se-Balitbangtan. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo dan Kepala Badan Litbang, Fadjry Djufry menyerahkan langsung penghargaan kepada pegawai yang berprestasi.

“Tidak ada keringat yang mengingkari janjinya,” kata Syahrul. Dalam arahannya, Mentan menghimbau agar seluruh pegawai Kementerian Pertanian terutama Balitbangtan terus meningkatkan kinerjanya.

Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Pertanian, Dr. Husnain, sangat mengapresiasi keberhasilan ini.
“Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan BBSDLP. Dengan penghargaan ini, semoga dapat memotivasi Bapak/Ibu untuk berkinerja semakin baik,” ujarnya. (LQ)

BBSDLP melakukan pendampingan lanjutan terkait program Kostratani di BPP Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (11/11). Sebelumnya, BBSDLP telah melakukan pengenalan dan sosialisasi program Kostratani pada bulan Agustus lalu. Pada kesempatan ini, Kepala BPP Cibinong, Rika Indrianti, SP. menyambut baik kedatangan tim BBSDLP dalam pendampingan program Kostratani tersebut Rika menjelaskan bahwa koordinasi dan sinergi sudah dibangun pada periode sebelumnya melalui program Petani Nelayan Andalan. Harapannya, melalui program Kostratani ini, sinergi antara pusat dan daerah dapat terus diperkuat dalam membangun pertanian. Towapa R. Hardja, selaku koordinator penyuluh wilayah IX  Kabupaten Bogor, mengapresiasi BBSDLP dalam kegiatan ini karena memberikan persamaan persepsi dan ilmu baru kepada penyuluh dan mengharapkan agar silaturahmi tetap dapat berlanjut pada masa mendatang.

Kasi PHP, Drs. Widhya Adhy dalam sambutannya mewakili Kabid KSPHP menyatakan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan upaya untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi terkait program-program pusat dan daerah. Seperti yang diketahui bahwa Kostratani diharapkan oleh Mentan, SYL, menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan dengan penyuluh, petugas lapangan serta petani sebagai motornya. Dengan kewajiban memberi data tiap pekan, maka BBSDLP perlu memberikan pendampingan dan koordinasi kepada BPP binaan yang salah satunya BPP Cibinong.

Selanjutnya, Kasi KSP, Saefoel Bachri, S.Kom, M.MSI, menerangkan bahwa Kostratani merupakan bagian dari Agriculture War Room (AWR) yang diharapkan oleh Mentan agar Indonesia memiliki data yang lengkap sebagai dasar untuk membuat kebijakan dalam bidang pertanian, yang selama ini terkendala dalam hal validitas data. Dengan adanya Kostratani, data diharapkan bisa diperoleh secara akurat dan up to date / terbaru.

Hingga akhir 2020, sebanyak 5.733 BPP sudah terkoneksi dengan AWR sehingga diharapkan data yang diperoleh valid. Sistem pelaporan data yang selama ini berjenjang (mulai dari penyuluh, BPP, Dinas, Provinsi hingga ke Pusat) bisa dipangkas dengan adanya Kostratani yang memanfaatkan mekanisme Big Data, dimana setiap input data dapat langsung terekam dan diakses oleh pembuat kebijakan hingga Mentan. Kostratani dapat diakses pada laman laporanutama.pertanian.go.id dengan input data yang bisa dilakukan oleh admin masing-masing kecamatan. Data yang telah diinput bisa diunduh dalam bentuk format excel. Beberapa data yang terdapat pada laman Kostratani antara lain data luas tanam, luas panen, jenis komoditas, data KUR, alsintan, penurunan losses dan lainnya.

Dalam kesempatan ini dilakukan pula bimtek/praktek pengisian data pada laman Kostratani yang diikuti petugas admin kecamatan dan penyuluh, serta peningkatan kapasitas penyuluh dalam menggunakan aplikasi geotagging/GPS untuk menunjang input data Kostratani. (NC/WA)

16:00:32
Acara diawali oleh sambutan dari Pandu Mulya Dwi Nanto, SST, Koordinator Penyuluh Wilayah I dan para penyuluh. Pandu Mulya menyatakan bahwa hingga saat ini di BPP Parungpanjang belum ada petugas khusus (admin) untuk entry data yang diperlukan dalam kegiatan Kostratani. Wilayah kerja BPP Parungpanjang terdiri atas dua kecamatan: Parungpanjang dan Tenjo. Sumberdaya manusia sebanyak 10 orang, terdiri atas lima orang PNS dan lima orang THL, serta 13 orang PPS. Kelembagaan petani, jumlah kelompok tani: 26 kelompok pemula, 90 kelompok lanjut, dan 5 kelompok madya. Potensi luas wilayah 20.276 ha, terdiri atas: pertanian: 2.869 ha, ladang: 11.526 ha, kebun: 1.440 ha, perikanan: 34 ha, dan hutan: 4.857 ha. Potensi Komoditas di BPP Parungpanjang terdiri atas padi dan jagung.
Saat kunjungan Saefoel Bachri melakukan presentasi terkait kegiatan kostratani dan demo pengisian data untuk laporan utama Kostratani. Kendala yang paling menonjol di BPP Parungpanjang adalah sinyal internet yang sangat lemah sehingga menyulitkan saat akan entry data. Acara diakhiri dengan presentasi mengenai GIS sebagai informasi tambahan bagi para peserta. (SNS/WA)

 

Fenomena La Nina atau curah hujan yang turun secara berlebihan akan menghampiri Indonesia. Hal ini berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dengan prakiraan intensitas curah hujan akan meningkat sampai 40%.
"Kementerian Pertanian mempunyai langkah antisipasi dalam kesiapan menghadapi dampak La Nina ini dengan selalu melakukan pemantauan dan update perkembangan iklim dan cuaca terutama curah hujan ekstrem, merekomendasikan varietas yang toleran rendaman/ varietas yang cocok pada musim hujan," ujar Dr. Elza Surmaini peneliti Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi-Balitbangtan-Kementan RI

Kompas TV - 17 Oktober 2020 pukul 07.40 WIB

https://youtu.be/I9ojgkgP4Dk 

 

Bertempat di AWR Balitbangtan pada 16 Oktober 2020, Kepala BBSDLP, Dr. Husnain, menjadi salah satu pembicara pada Virtual Side Event yang diselenggarakan International Rice Research Institute (IRRI). Pada kesempatan tersebut Dr Husnain memaparkan “Mapping the Future of Agriculture: The Value of Foresighting in Building Resilient Agriculture Programs”. Virtual Side Event yang merupakan bagian dari IRRI 5-Day Virtual Conference tersebut mengusung tema “Covid-19 and Farmer Livelihoods: Where are the opportunities to future-proof our agri-food systems?”

Pembicara lain pada Virtual Side Event tersebut adalah (1) Deputy Director for Programs CGIAR System Organization, (2) Director for Research IRRI, (3) Regional Head for West Africa Alliance for a Green Revolution in Africa, dan (4) Secretary General World Farmers’ Organization. Event tersebut dimoderatori Nafees Meah, Regional Representative for South Asia, IRRI. 

  

Copyright © 2017 Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. All Rights Reserved.
Jl. Tentara Pelajar No. 12, Kampus Penelitian Pertanian Cimanggu - Bogor 16114
Telpon: 0251-8323011, 8323012 Fax: 0251-8311256 Email: sekretariatbbsdlp@yahoo.com atau bbsdlp@litbang.pertanian.go.id