Info Terkini

Bogor, Balai Besar Libang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) tandatangani kontrak kerjasama (MOU) dengan beberapa beberapa pihat sat perayaan hari tanah sedunia kemarin (5/12/2019). Pihak terkait antara lain Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada, Serta Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Kerjasama ini mencakup tentang pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat berkaitan dengan sumber daya lahan pertanian. Penandatanganan MOU ini disaksikan langsung oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasir Limpo dan Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry.

Dalam moment ini, badan litbang pertanian juga menandatangi mou dengan Yayasan Solidaridad Network Indonesia, kerjasama ini mencakup kerja sama pengembangan pertanian berkelanjutan untuk kemajuan petani dan komoditas pertanian melalui inovasi teknologi pertanian.

Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan agar terciptanya kerja sama dalam program pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat berkaitan dengan sumber daya lahan pertanian serta meningkatnya hubungan kelembagaan dan kerja sama di antara  para pihak (LQ).

Bogor, 6 Desember 2019. Kementan Pertanian (Kementan) mengajak semua pihak agar melakukan konservasi lahan untuk mencegah terjadinya erosi tanah dan kerusakan alam. Pencegahan kerusakan bisa dilakukan dengan cara mengoptimalkan drainase dan melakukan rotasi tanam yang mampu mengoptimalkan peresapan air.

"Di pikiran saya, tanah ini sangat luar biasa karena memberikan sumber kehidupan. Kalau begitu kita harus perlakukan tanah ini sebaik mungkin," ujar Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menghadiri Hari Tanah Sedunia di Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP), Cimanggu, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/12).

"Syahrul mengatakan, bersikap abai dan sewenang-wenangan terhadap tanah dan lahan akan menimbulkan banyak kerugian bagi bangsa dan negara. Syahrul mengajak agar semua pihak memperlakukan tanah dan lahan secara baik.

"Sekali lagi, tanah itu akan menghukum kita jika diperlakukan secara sewenang-wenang. Makanya kita harus bersahabat dengan alam. Kalau lahan gambut menjadi titik api, itu tandanya ada sesuatu dengan alam kita. Ada yang salah dengan perlakuan kita," katanya.

Menurut Syahrul, lahan seperti tanah gambut harus diperlakukan dengan penuh kasih sayang, serta memiliki tujuan pasti untuk kemaslahatan semua orang. Apalagi, Indonesia adalah negara tropis yang memiliki kekayaan alam subur ketimbang negara-negara lain di dunia.

Mari kita hadirkan kehidupan yang berkasih sayang pada dunia, pada alam dan pada semua mahluk hidup. Saya mohon, kita semua berdiri tegak untuk bangsa ini," katanya.

Syahrul berharap, Kementerian Pertanian melalui Badan Litbang terus mengembangkan sistem teknologi canggih yang bisa mengukur perlakuan tanah di Indonesia. Dia ingin, kehadiran teknologi mampu menunjang semua perkembangan teknologi digitalisasi 4.0 untuk pertanian.

"Hari ini kita sudah mulai mendapatkan titik yang jelas terkait pengelolaan lahan dengan teknologi yang dimiliki. Oleh karena itu kita harus memanfaatkan hasil analisis ini dan menjadi pedoman dalam bercocok tanam. Toh dengan artificial intelligence yang kita miliki, kita bisa melihat kapan gambut terbakar, kapan tanah kita dimanfaatkan dan berapa banyak kebutuhan lahan kita," katanya.

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjri Jufri menyampaikan bahwa teknologi yang digunakan saat ini sudah memasuki babak baru. Saat ini, hampir semua elemen pertanian sudah menggunakan sistem analisa teknologi.

"Untuk tanah misalnya, kami sudah menggunakan teknologi Smart Soil Sensing Kit yang bisa mengukur berapa unsur hara didalam. tanah dan berapa urea yang dibutuhkan. Ini adalah kekuatan besar yang akan kita sebarkan di tingkat desa dan kecamatan," katanya.

Melalui teknologi ini, kata Jufri, pemerintah juga bisa mengetahui berapa pupuk yang dibutuhkan untuk satu hektar area sawah. Sehingga, pola ini mampu menutup ruang penyalahgunaan pupuk yang selama ini dikhawatirkan banyak pihak.

"Kita tahu berapa pupuk yang dibutuhkan dan berapa alokasi pupuk yang harus disebat. Kita ingin maksimalkan apa yang ada dan meminimalisir penyalahgunaan pupuk," ucap dia.

Sebagai catatan, peringatan hari tanah sedunia tersebut meliputi kegiatan edukasi mengolah tanah yang baik. Edukasi ini diberikan langsung kepada pelajar SD, TK sampai perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah juga melaunching peta gambut Indonesia yang mencapai 13,4 juta hektare.

sumber: https://republika.co.id/berita/q2137w368/mentan-syahrul-ajak-masyarakat-  

halaman terkait:
https://m.antaranews.com/berita/1195635/tanah-tropis-yang-memucat 
https://www.gatra.com/detail/news/460406/ekonomi/tertunda-mentan--satu-data-lahan-sawah-akan-terbit-januari 

Bogor, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), mengadakan berbagai kegiatan untuk merayakan World Soil Day (WSD) atau Hari Tanah  Dunia. Acara WSD dibuka Oleh Kepala Bidang Kerja Sama Dan Pendayagunaan Hasil Penelitian (KSPHP),Dr. Yiyi Sulaeman Msc.
Kegiatan ini diikuti oleh Peserta dari universitas dan perguruan tinggi, umum, dinas, dan pelajar.
WSD dilaksanakan tanggal 3-5 Desember 2019. Ada berbagai lomba menarik, bimbingan teknis, seminar, Internasional Judging Contest
(SJC), talk show, serta launching produk BBSDLP, antara lain peta lahan gambut.

Materi bimbingan teknis yang diterima antara lain hidroponik tenaga surya, cara membaca peta,sistem aplikasi PKDSS, sistem aplikasi SPKL, sistem aplikasi SI SULTAN,dan sistem aplikasi LOKA PETA.

Internasional Soil Judging Contest diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi/universitas, baik dari dalam maupun luar negeri. Peserta antusias,, “ walau kami belum menang, namun ini merupakan pengalaman yang menarik, dan kami juga mendapakatkan banyak ilmu dari acara ini” kata jasmin, salah satu peserta lomba.

Dengan peringatan hari tanah dunia ini, diharapkan kita akan tetap menjaga kesuburan tanah, karena tanah adalah faktor inti dari kehidupan manusia (LQ).

 

Bogor,  Tiga mahasiswa Ilmu Tanah Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, berhasil merebut juara pertama Lomba Penilaian Tanah atau Soil Judging Contest tingkat nasional. Ketiganya: Dwika Graha Santana, Muhammad Kholil Masruri, dan Noviani Putri mengalahkan 21 tim dari universitas lain di Indonesia dan Australia.

Unpad juga memboyong juara umum karena tim yang lain merebut runner up. “Susah payah kami berlatih berhari-hari dan mengikuti seleksi internal di Bandung akhirnya berbuah manis,” kata Noviani Putri.

Dengan kemenangan itu Unpad memboyong piala bergilir yang semula dipegang oleh mahasiswa Ilmu Tanah dari Institut Pertanian Bogor yang absen pada lomba kali ini. Sementara tim dari Universitas Andalas, Padang, merebut posisi ketiga.

Lomba yang digelar oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Bogor, juga menganugerahkan juara favorit bagi tim dari Universitas Sydney. “Mereka memiliki sistem klasifikasi tanah yang berbeda, tetapi mampu mengikuti jalannya perlombaan dengan baik,” kata Ketua Juri, Prof. Sukarman.

Kontes tersebut digelar dalam rangkaian peringatan Hari Tanah se Dunia dengan tema “Stop Erosi Tanah, Selamatkan Masa Depan Kita” yang berlangsung di Kampus Penelitian dan Pengembangan Pertanian Cimanggu, Bogor (5/12/2019).

Tim yang bertanding berasal dari Universitas Andalas (Unand), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta (UPN Yogyakarta), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Veteran Jawa Timur (UPN Jatim), Universitas Jember (UNEJ), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Halueleo, dan The University of Sydney Australia.

Menurut ketua pelaksana, Dr. Yiyi Sulaeman, M.Sc, peserta melakukan selidik cepat tanah untuk menentukan jenis dan klasifikasi tanah serta kesesuaian lahannya. Penilaian juga meliputi teknik menyidik tanah secara cepat serta kerjasama tim. Tim juri juga menetapkan Juara harapan 1 UGM Tim A, juara harapan 2 UNS Tim B, dan juara harapan 3 UNEJ Tim A. (Rachmat Abdul Gani)

 

 Sumber : Technology-Indonesia.com 

 

Dharma Wanita Balitbangtan gelar Seminar Pola Makan Sehat dalam memperingati Hari Tanah Sedunia 2019. Seminar ini dibuka oleh Dr. Husnain selaku Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian dan dihadiri oleh 250 peserta, baik dari lembaga maupun umum.

Materi yang disampaikan dalam seminar ini, yaitu: 1) Gizi Seimbang, 2) Pola Makan Sehat untuk Pencegahan dan Pemeliharaan Penyakit Degeneratif, dan 3) Demo Resep Masakan.

Materi gizi seimbang membahas tentang menu makanan sehat, porsi dan takaran, serta tips untuk mengilah makan sehat. Sedangkan l materi Pola Makan Sehat untuk Pencegahan dan Pemeliharaan Penyakit Degeneratif, membahas jenis penyakit yang diakibatkan oleh perilaku yang tidak mengkonsumsi dan mengabaikan pola makan sehat.

Para peserta seminar juga diajarkan untuk mengolah makanan sehat yang mengandung gizi dan nutrisi agar bervariasi dan menarik.

Dengan adanya seminar ini, diharapkan masyarakat lebih memperhatikan pola makan, agar kesehatan tetap terjaga