Pemetaan sumberdaya lahan bertujuan untuk menyediakan data dan informasi spasial sumberdaya lahan. Penyediaan data dan informasi tersebut digunakan untuk menilai potensi sumberdaya lahan pertanian. Pengembangan metode pemetaan sumberdaya lahan untuk wilayah pasang surut, pesisir, dan gambut yang lebih cepat dengan biaya yang lebih murah dan akurat sesuai dengan tingkat pemetaan saat ini diperlukan.

Pemanfaatan basis data tanah, citra satelit, DEMs, dan GIS merupakan alternatif untuk pengembangan metode dan teknik pemetaan tersebut. Pemanfaatan basis data tanah, citra satelit, DEMs, dan GIS, perlu didukung oleh pemahaman pedogenesis sebagai dasar untuk mencari keterkaitan antara faktor-faktor pembentuk tanah dan karakteristik tanah. Keterkaitan tersebut nantinya digunakan sebagai acuan untuk mendelineasi Satuan Karakteristik Dayadukung Lahan Pertanian (SKDLP). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mencari karakteristik penentu dari kajian basis data tanah hasil pemetaan sumberdaya lahan terdahulu untuk membangun satuan pemetaan (mapping unit) di wilayah pasang surut, pesisir, dan gambut, (2) Mengkaji manfaat citra satelit (optic dan radar) untuk membantu identifikasi dan delineasi unsur-unsur satuan peta di wilayah pasang surut, pesisir, dan gambut, dan (3) Mengembangkan dan membangun metodologi potensi sumberdaya lahan berlandaskan karakteristik penentu hubungan sebagai satuan lahan (land unit) di wilayah pasang surut, pesisir, dan gambut berlandaskan hubungan faktor pembentuk tanah dengan karakteristik tanah sebagai satuan lahan (land unit) dengan mengIntegrasikan Basis data tanah, data Inderaja yang berupa citra satelit dan DEMs yang diolah dengan bantuan Gis (InBIG).

Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan 2 (dua) tahap penelitian. Tahap I melakukan pengkajian terhadap basis data tanah yang terdapat di Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) untuk mencari keterkatian antara faktor-faktor pembentuk tanah dan karakteristik tanah. Tahap II melakukan penelitian untuk pengembangan dan penyusunan metodologi pemetaan potensi sumberdaya lahan yang didasarkan pada karakteristik tanah yang mempunyai hubungan konsisten dengan faktor pembentuk tanah (tahap I). Penelitian tahap II mengambil lokasi di 2 (dua) wilayah, yaitu (1) daerah Kubu Raya Kalimatan Barat Karawang, dan (2) daerah Tanjung Jabung Jambi. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis dan delineasi atribut SKDLP (asal bahan induk, drainase, dan genangan) dengan menggunakan (1) data DEMs, (2) citra satelit (Avnir-2 Alos dan Landsad ETM-7), (3) peta geologi, dan (4) sekunder lainnya dengan menggunakan teknik GIS.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penentu potensi lahan wilayah pesisir, pasang surut, dan gambut adalah tipe luapan, bahan sulfidik (pirit), dan ketebalan gambut. Untuk itu, yang mempengaruhi karakteristik penentu tersebut dijasikan sebagai atribut SKDLP. Atribut SKDL tersebut terdiri dari tipe luapan, grup bahan/landfrom, jenis bahan/litologi, dan relief.Series data citra landsat membantu dalam identifikasi tipe luapan dan citra Alos Palsar, L band 2 polarisasi HH dan HV membantu dalam menentukan tingkat kebasahan yang dapat digunakan untuk menambah akurasi identifikasi tipe luapan. Data citra landsat 8 (band 654) dan Palsar membantu dalam identifikasi grup bahan/landfrom. Citra Alos Palsar, L band 2 polarisasi HH dan HV kurang dapat membedakan bahan induk tetapi bila vegetasi alami mempunyai korelasi yang cukup nyata untuk membedakan bahan induk gambut.Keberadaan bahan sulfidik ditentukan di lapangan. Tipe luapan dapat membantu dalam menduga keberadaan bahan sulfidik. Tipe luapan A keberadaan bahan sulfidik cenderung dalam (>50 cm) dan tipe luapan B cenderung dangkal (<50 cm). Pengamatan lapangan masih diperlukan untuk validasi data hasil analisis. Metode InBIG merupakan cara dalam mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi sumberdaya lahan wilayah pesisir, pasang surut, dan gambut yang lebih cepat dan akurat.

Peneliti : Dr. Ir. Chendy Tafakresnanto, MP