Riset 2013

Usaha peningkatan produksi pangan dirintangi oleh penyusutan lahan pertanian yang ada. Penyusutan ini akan mempersempit luas tanam sehingga bisa menurunkan produksi tanaman pangan. Karena berdampak luas pada ketahanan pangan pangan nasional, penyusutan lahan pertanian karena alihfungsi ini menjadi perhatian berbagai pihak. Kajian banyak dilakukan dengan metode, waktu, dan asumsi yang berbeda menghasilkan beragam data. Pengendalian ahli fungsi lahan mendesak dilakukan namun agar efektif instrumen kebijakan harus disiapkan berdasarkan dinamika perubahan penggunaan lahan baik secara temporal maupun spasial dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Penelitian ini bertujuan untuk (i) Melakukan studi komparatif berbagai data alih fungsi (konversi) lahan pertanian berdasarkan berbagai sumber data di Jalur Pantai Utara Jawa Barat; (ii) Melakukan analisis data (historis) laju konversi pertanian dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, (iii) Melakukan analisis potensi dan kemungkinan (ancaman) konversi lahan pertanian di masa yang akan datang, (iv) Melakukan sintesa (saran) kebijakan terkait dengan alih fungsi lahan terkait dengan UU 41/2009. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kajian pustaka, analisis geospasial dan analisis time series, verifikasi lapangan dan text mining untuk penelaahan kebijakan. Keluaran penelitian yang diharapkan adalah: (i) Data konversi lahan pertanian tanaman pangan secara nasional, (ii) data konversi pertanian terverifikasi di Pantai Utara Jawa Barat, (iii) Peta Sebaran lahan pertanian yang rawan konversi di Pantai Utara Jawa Barat, (iv) Saran kebijakan yang berkaitan dengan alih fungsi lahan terkait dengan Undang-Undang 41 tahun 2009.

Peneliti : Ir. Anny Mulyani, MS