Riset 2015

Keragaman sifat-sifat tanah di Indonesia sangat ditentukan oleh keragaman faktor pembentuk tanahnya terutama iklim, topografi dan bahan induk tanah serta vegetasi. Kondisi tersebut berimplikasi terhadap keragaman potensi dan kesesuaian lahan untuk pengembangan berbagai jenis komoditas pertanian, baik tanaman semusim/pangan, hortikultura, maupun tanaman tahunan/perkebunan. Dalam kaitan dengan upaya mendukung program empat sukses pembangunan pertanian melalui pengembangan komoditas pertanian unggulan dan strategis, dan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI), dan mendukung kebijakan one map policy untuk tata ruang kabupaten, diperlukan informasi/data potensi sumberdaya lahan (SDL) yang handal dan mutakhir pada skala operasional, yaitu skala 1:50.000 atau lebih besar. Untuk itu, Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian mengusulkan telah melakukan penelitian dalam rangka menyusunan Informasi Geospasial Sumberdaya Lahan Mendukung Pengembangan Kawasan Pertanian, sebagai kelanjutan dari penelitian sebelumnya yang telah dimulai sejak tahun 2012. Lokasi penelitian di Sumatera, jawa, Kalimantan, Sulawesi,   yang meliputi 24 kabupaten terpilih.

Metode identifikasi dan evaluasi potensi SDL menggunakan pendekatan hubungan tanah-landscape (satuan lahan) sebagai dasar untuk menyusun satuan peta tanah. Delineasi satuan lahan diperoleh dari analisis semi-otomatis data model elevasi digital/ DEM yang diturunkan dari data digital SRTM, dan ditunjang data citra landsat, data kontur digital, peta geologi, peta rupabumi, dan peta tanah tinjau, dengan menggunakan teknik GIS. Satuan lahan terdiri atas satuan landform, bahan induk, dan relief/lereng, serta elevasi dan penggunaan lahan. Verifikasi lapangan meliputi pengecekan peta analisis satuan lahan, pengamatan dan pengumpulan data sifat-sifat tanah, pengambilan contoh tanah untuk analisis lab, dan data penunjang lainnya. Evaluasi lahan untuk berbagai jenis komoditas pertanian menggunakan data karakteristik lahan dari peta tanah, dan persyaratan tumbuh tanaman. Penyusunan peta arahan pewilayahan komoditas pertanian didasarkan pada hasil evaluasi lahan dengan memperhatikan penggunaan lahan saat ini (existing) dan status lahan/kawasan.

Keluaran utama dari penelitian ini adalah: (a) Peta tanah skala 1:50.000 untuk 25 kabupaten, (b) Peta kesesuaian lahan untuk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, (c) Peta arahan pewilayahan komoditas pertanian skala 1:50.000, dan (c) Basisdata sumberdaya lahan (spasial dan tabular).  Kegiatan dan hasil yang telah dicapai adalah persiapan : mulai dari kompilasi data, pengadaan bahan, pengolahan data dan analisis Peta Satuan Lahan/tanah,  survei lapang, entry data, analisis contoh tanah, dan pengolahan data, serta laporan akhir dari 24 kabupaten.

Peneliti : Ir. Suparto, MP