Riset 2017

Peningkatan produksi dapat dilakukan melalui upaya peningkatan produktivitas dengan cara perbaikan varietas, pemulihan kesuburan lahan, atau kombinasi keduanya. Pengembangan varietas diarahkan untuk menciptakan varietas-varietas adaptif dan tumbuh di tanah bermasalah. Pemulihan kesuburan lahan diarahkan untuk menciptakan lingkungan tumbuh yang disukai (favorable) akar tanaman dan produksi pertanian. Kedua cara tersebut memerlukan informasi tanah-tanah bermasalah dan peta sifat-sifat tanah. Pada akhir tahun 2012, Tim BBSDLP telah menyelesaikan pemetaan tanah tingkat tinjau pada skala 1:250.000 dan pada tahun 2017, Tim BBSDLP telah menyelesaikan pemetaan tingkat tinjau pada skala 1:50.000 telah selesai untuk 236 kabupaten. Peta tanah tersebut dan titik-titik pengamatan yang menyertainya merupakan bahan dasar untuk membuat peta tanah bermasalah dan peta sifat-sifat tanah.

Penelitian ini bertujuan untuk (i) membuat peta bermasalah skala 1:25.000 di kabupaten terpilih, (ii)menyusun peta sifat tanah single value dan turunannya menggunakan data warisan,(iii) identifikasi karakteristik tanah-tanah bermasalah di kabupaten terpilih, dan (iv) memformulasikan arahan pemanfaatan, pengelolaan dan konservasi tanah-tanah bermasalah.

Dataset yang digunakan adalah peta tanah skala 1:250.000 seluruh Indonesia, peta tanah skala 1: 50.000 di 236 kabupaten dan Boolet satuan lahan sebagai sumber dataset tanah dan kovariate di Pulau Sumatera.Pemataan tanah bermasalah difokuskan ke kabupaten sentra pertanian, dengan tahapan kegiatan meliputi tahap persiapan, penyusunan peta indikatif tanah bermasalah, survey lapangan, serta finalisasi peta dan penyusunan arahan. Pemetaan sifat-sifat tanah dilaksanakan di Pulau Sumatera, dengan tahapan yang mencakup: penyiapan dataset, pemodelan tanah-lanskap, penurunan peta tanah, dan  evaluasi peta tanah yang dihasilkan.

Kegiatan ini menghasilkan: (i) 7 peta tanah bermasalah skala di kabupaten sentra terpilih, (ii)peta sifat tanah single value berbasis Pulau Sumatera, (iii) Dataset karakteristik tanah-tanah bermasalah di Kabupaten sentra pertanian, dan (iv) arahan pemanfaatan, pengelolaan dan konservasi tanah-tanah bermasalah.Peta-peta dan rekomendasi yang dihasilkan merupakan informasi dasar untuk pengembangan varietas tanaman adaftif khususnya padi, jagung, dan kedelai dan untuk aplikasi pupuk dan bahan amelioran.

Peneliti : Dr. Yiyi Sulaeman, SP, MSc