BBSDLP mempunyai satu kegiatan penelitian yang berjudul Sintesis Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Lahan Untuk Mendukung Pembangunan Pertanian, yang utamanya membahas isu dan permasalahan khusus terkini. Untuk tahun 2017, kegiatan ini terdiri dari 4 sub kegiatan yaitu (1) analisis pemanfaatan lahan potensial tersedia untuk perluasan areal pertanian menuju tahun 2025, (2) arah dan strategi pengelolaan lahan gambut terdegradasi  berkelanjutan, (3) penyusunan policy brief dan makalah kebijakan terkait pengelolaan dan pengembangan sumberdaya lahan pertanian, (4) analisis dampak hasil penelitian sumberdaya lahan.

Hasil sementara menunjukkan bahwa lahan potensial tersedia sebagai lahan cadangan masa depan di Kabupaten Siak, Provinsi Riau sudah sangat terbatas sekitar 21.000 ha, berupa lahan gambut, sedangkan di lahan mineral sudah hamper tidak ada. Sedangkan lahan potensial tersedia di Kabupaten Muko-muko Provinsi Bengkulu, sekitar 12.000 ha, dominan berada di lahan mineral dan di kawasan areal penggunaan lain.. Analisis spasial untuk Kabupaten Aceh Barat dan Malinau Provinsi Kalimantan Utara belum selesai dikerjakan.

Untuk kegiatan pengelolaan lahan gambut menunjukkan bahwa pada ketiga kabupaten Tanjung Jabung Timur, Pulangpisau, dan Kubu Raya, mempunyai gambut dengan kedalaman dan kematangan yang berbeda. Pemanfaatan lahan gambut untuk pengembangan pertanian harus mempertimbangkan karakteristik lahan dan aspek lingkungan, disertai dengan pengelolaan lahan yang dapat menurunkan emisi gas ruma kaca. Untuk itu diperlukan insentif dan dukungan teknis kepada petani untuk dapat menerapkan sistem pertanian dengan pengelolaan tata air dan meminimalkan kedalaman air  tanah (teknologi ekohidro) untuk menjaga permukaan tanah tetap lembab/basah sehingga terhindar dari bahaya kebakarann

Pelatihan telah dilaksanakan untuk para peneliti utama, dengan pembicara yang berpengalaman, dan metode dua arah. Diharapkan para peneliti utama akan lebih terbuka wawasannya dan lebih memahami tentang cara menyusun makalah kebijakan atau policy brief.  Telah tersusun 24 topik policy brief,  meliputi aspek: (1) Sumberdaya Lahan, (2). Pengelolaan Lahan, (3). Adaptasi Perubahan Iklim, (4). Lahan Rawa, dan (5). Lingkungan Pertanian/Pencemaran Lingkungan.  Policy Brief ini cakupannya bersifat nasional, regional maupun spesifik lokasi. 

Berdasarkan analisis dampak hasil penelitian sumberdaya lahan menunjukkan bahwa sebagian besar output penelitian (50,6%) dalam kelompok potensial bermanfaat untuk kalangan tertentu terutama untuk mahasiswa, dan 35,8% dalam proses pengembangan.  Teknologi tersebut berupa sistem informasi yang bermanfaat untuk pengembangan lebih lanjut.  Sedangkan teknologi yang unggul, berkembang dan sudah dimanfaatkan, sekitar 13,5%.

Dampak inovasi teknologi hasil penelitian sumberdaya lahan sangat tergantung pada sejauhmana teknologi tersebut diadopsi oleh petani.  Beberapa teknologi yang didiseminasikan atau dikembangkan melalui kerjasama lisensi dengan pihak swasta, pengembangan skala on-farm dan pengembangan melalui program yang diinisiasi pemerintah (a.l jarwo super dan BLP) menunjukkan dampak awal (initial impact) terhadap peningkatan produktivitas.  Tingkat adopsi teknologi baru oleh petani ditentukan oleh beberapa faktor dari teknologi tersebut, meliputi : keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas dan observabilitas.

Peneliti : Ir. Anny Mulyani, M